Dongeng TUPAI dan RUBAH Sombong

Dongeng Tupai dan Rubah sombongSetelah si Rubah berhasil menipu Kancil pada kisah si Kancil dan jebakan pemburu sebelumnya, si Rubah langsung kembali ke tengah hutan eutopia dan menyebarkan kabar bahwa dirinya telah berhasil mengalahkan si kancil dengan kecerdikanya. Dia juga mengatakan bahwa si kancil telah mati karena di tangkap oleh pemburu, dan dengan itu si rubah menyatakan diri sebagai Raja baru di hutan itu yang harus di patuhi.

Tentu saja para hewan kaget dan tidak percaya mendengar kabar itu. Para hewan menjadi sangat resah dan bersedih, tentu saja selain para gajah yang melah menyambut kabar itu dengan suka cita. Bahkan para gajah mendukung si rubah untuk menjadi raja, dan siap saja yang tidak menurut, maka para gajah akan mengancam untuk menyakiti mereka. Tentu saja mendengar ancaman itu, para hewan menjadi takut dan tak ada yang berani melawan. Karena tak ada yang mau berurusan dengan para gajah yang memiliki tubuh kuat dan besar, akhirnya para hewan hanya pasrah.

Bahkan si rubah kini bersikap sangat sombong dan angkuh, setiap keperluanya minta di layani. Bahkan dia melarang para hewan untuk minum di sebuah kolam karena dia berdalih yang boleh minum di kolam itu hanyalah sang Raja hutan, yaitu dirinya sendiri. Karena di dukung oleh para gajah, tak ada satu hewan pun yang berani membantah peraturan aneh itu Mereka hanya bisa pasrah dan menuruti peraturan tidak masuk akal yang di buat oleh si rubah.

Diam-diam si kancil yang berhasil selamat dari para pemburu selalu memperhatikan polah tingkah si rubah ini. Si kancil mendapat cukup informasi penting berkat bantuan para gagak. Dan si kancilpun tidak tinggal diam, dia telah membuat rencana untuk mengalahkan si rubah yang sudah kelewatan itu. Si kancil meminta bantuan gagak untuk memanggil Tupai, agar si tupai mau menemui si kancil secara diam-diam. Dan setelah si tupai datang, si kancil menjelaskan rencana apa saja yang harus di jalankan oleh si tupai. si kancil hanya akan memperhatikan saja kejadian selanjutnya.

Setelah mendepat penjelasan dari si kancil tentang kelicikan si rubah yang telah menipunya, si tupai menjadi sangat bersemangat untuk membalas perbuatan si rubah pada kancil. Si tupai lalu pergi menemui para hewan-hewan lain dan mengabarkan bahwa si kancil masih hidup, dan para hewan harus merahasiakanya. Mendengar kabar tersebut, tentu para hewan sangat senang dan merasa sangat bersyukur. Karena si kancil yang terkenal baik hati itu telah diselamatkan Tuhan dari mara bahaya. Lalu mereka sepakat untuk melakukan rencana yang telah di rancang oleh si kancil.

Esok harinya, si rubah datang ke kolam untuk minum seperti biasa. Namun alangkah terkejutnya dia ketika melihat seekor tupai yang juga minum di kolam yang telah di akui si rubah sebagai kolam pribadinya. “Hai tupai bodoh..!! Berani benar kau minum di kolam ku? apakah kau tak tahu bahwa yang boleh minukm di kolam ini hanya sang raja, yaitu aku?”. Kata rubah dengan nada tinggi.

dongeng tupai dan rubah
Tupai

Namun si tupai mengacuhkan perkataan si rubah, lalu dengan santainya si tupai menjawab.. “Ma’af ya rubah.. bagi bangsa tupai, kau belum bisa di akui sebagai raja jika kau belum bisa mengalahkan kami sebagaimana si kancil yang mengalahkan kami dulu. Kami punya aturan sendiri dalam memilih seorang raja”. Kata tupai dengan santainya. “Apa kau bilang? Aku harus mengalahkan kalian dalam hal apa? Jika si kancil saja bisa, tentu aku lebih bisa dari dia. Ayo kita lakukan, maka aku akan mengalahkan kamu dan kamu harus mengakui aku sebagai raja mu”. Kata rubah dengan angkuhnya.

“Baik.. tapi aku harus memanggil dan mengumpulkan para hewan untuk menonton sebagai saksi. Agar seluruh hewan tahu kau layak menjadi raja atu tidak”. Kata tupai. “Baik.. siapa takut?”. kata rubah sedikit merendahkan. Lalu si tupai memanggil seluruh hewan yang memang sudah bersiap-siap untuk melaksanakan siasat kancil. Suasana kolampun menjadi ramai oleh para hewan yang menonton di sekeliling kolam.

“Sekarang semua sudah berkumpul, lalu apa yang harus aku lakukan untuk bisa mengalahkan mu?”. Tanya rubah. “Begini rubah.. kami para tupai terkenal sebagai hewan yang pandai melompat. Kami ahli dalam melompat, dan lompatan kami bisa cukup jauh. Sekarang, jika kau bisa mengalahkan lompatan ku, maka aku akan mengakui kehebatan mu dan mengakui mu sebagai raja ku”. Jawab tupai. “Hahahahaha.. kalau cuma itu, kamu pasti kalah. Baiklah tak usah banyak basa basi, langsung saja kita mulai lomba ini”. Pinta rubah.

Akhirnya perlombaan pun di mulai dengan di tonton oleh banyak hewan-hewan di hutan. Sio tupai melakukan lompatan terlebih dahulu. Tupai melompat dari pinggir kolam dan mendarat di atas daun talas yang cukup lebar di tengah kolam. Karena tubuh tupai yang ringan, daun talas itu mampu menopang tubuhnya sehingga tidak tenggelam. Melihat lompatan tupai yang tidak seberapa jauh, si rubah menjadi tambah sombong dan angkuh. Di dalam hatinya dia menertawakan lompatan si tupai yang tidak terlalu jauh, bahkan dirinya mampu beberapa kali lipat lebih jauh dari itu. Si rubah sudah yakin bahwa dirinya akan menang.

Rubah lalu mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang, kemudian dia berlari cukup cepat dan melompat tinggi dan sangat jauh. Bahkan lompatan tupai tak ada apa-apanya, si rubah melompat jauh hingga ke tengah kolam. tentu saja rubah melompat dengan sombongnya karena sudah yakin pasti menang. Tapi karena kepalanya sudah di penuhi sifat sombong, dia tidak berfikir bahya yang dapatmengancam dirinya. Tubuh rubah terjun dan mendarat di tengah kolam yang dalam, rubah baru sadar bahaya yang mengintainya karena rubah tidak bisa berenang.

Namun sial, semua sudah terlambat ketika rubah menyadari itu. Tubuhnya sudah tercebur ke tengah kolam. Dia melambai-lambai minta tolong karena dia hampir tenggelam. “Tolong..!! Toloong akuuu!! Aku tidak bisa berenang.. Ma’afkan aku..!! Tolong..!! Aku berjanji akan berbuat baik dan memperbaikai semua kelakuan ku selama ini. Tolong..!!”. Teriak rubah.

Melihat rubah yang hampir mati tenggelam, si Kancil yang bersembunyi bersama kerumunan hewan meminta Berang-berang untuk berenang dan menyelamatkanya. Setelah si rubah di bawa ke daratan, betapa terkejutnya dia melihat kancil yang masih hidup dan tak kurang suatu apapun. si rubah lalu meminta ma’af pada kancil dan menceritakan bahwa semua itu karena hasutan para gajah. Akhirnya kesalah fahaman antara rubah dan kancil berhasil di selesaikan, merekapun akhirnnya berteman. Kini, si kancil ingin sekali membuat para gajah yang berbuat ulah itu kapok. Kira-kira rencana apa yang akan di buat oleh si kancil? Tunggu di cerita berikutnya ya.. 🙂

Story By: Muhammad Rifai

Hikmah yang bisa Kita Petik: Terkadang sifat sombong dan angkuh mampu menutup akal sehat. Sehingga kita mudah terpancing bujuk rayu serta siasat tanpa berfikir bahay yang mungkin dapat mengancam kita. oleh karena itu, sifat sombong harus sangat kita jauhi sebelum semua terlambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *