Dongeng si KANCIL Melawan BERUANG

Dongeng si Kancil Melawan Beruang – Tak terasa sudah hampir satu bulan lamanya si Kancil tinggal di Eutopia. Kini kancil sudah memiliki banyak teman, dan kancil juga cukup dikenal di kawasan hutan Eutopia sebagai hewan yang cerdik dan pintar. Banyak hewan yang datang dan bertanya solusi ketika mereka menemui masalah. Dan si kancil selalu saja memiliki ide-ide cemerlang untuk membantu mereka. Banyaknya hewan yang ditolong oleh si kancil, membuat nama si kancil semakin harum. Apalagi setelah solusi si kancil ketika si kancil menolong semut dari gerombolan gajah tersebar seantero hutan, maka semakin banyak hewan yang percaya akan kecerdasan dan kebijaksanaan si kancil.

Pada suatu hari, si kancil tengah berjalan-jalan. Hari itu hari mingu, dia ingin berkunjung ke kawasan kolam di pinggir hutan untuk menemui kawanan angsa dan kawanan burung bangau. Namun ketika si kancil tiba di kolam itu, dia tidak menemukan satu burungpun disana. Lalu diapun berjalan menyususri pinggir hutan, ternyata dia menemukan para burung tengah berkumpul disebuah parit. Wajah mereka terlihat lesu, sepertinya masalah besar tengah melanda mereka. Tentu saja si kancil yang cerdik cepat tanggap dengan ketidak beresan itu. Diapun mendekati mereka untuk mencari tahu.

“hai kawan… apa kabar kalian hari ini? kok sepertinya kalian lesu sekali? Sudah 2 minggu aku tak kemari, ada apa gerangan hingga kalian terlihat lesu begini?”. Tanya si kancil. “Untung kau kemari kancil.. kami sedang dilanda masalah gawat. Kami terancam kelaparan..”. jawab seekor burung bangau. “Kelaparan? Lha kok bisa? Bukankah kolam tempat biasa kalian mencari makan memiliki ikan yang melimpah? Tak mungkin habis kan? Apa karena kalian terlalu serakah hingga memakan terlalu banyak ikan sehingga menyebabkan ikanya jadi habis?”. Tanya kancil. “Masalahnya bukan karena kami tuan kancil.. tapi karena beruang. Beberapa hari yang lalu, ada beruang yang tiba-tiba datang ke kolam. Setelah dia tahu kolam itu memiliki banyak ikan, maka dia bersikap serakah. Dan tak ada seekor hewanpun yang boleh mencari ikan di kolam itu. Kalau masih berani mencari ikan di situ, dia mengancam akan melukai kami. Sehingga kami hanya bisa berkumpul disini dan mencari makanan seadanya. Kami kelaparan..”. jawab burung yang lain.
beruang dan kancil
Beruang

Mendengar jawaban itu, kancil terkejut. Ternyata masalah mereka memang gawat, kalau dibiarkan bisa-bisa mereka mati kelaparan. Pantas saja kolam terlihat sepi, padahal biasanya ramai disinggahi oleh burung-burung yang mencari ikan. Kancil lalu berfikir sejenak, dia memutar otak untuk mencari solusi seperti biasanya. Para burung-burung menunggu dengan perasaan was-was, mereka takut jika si kancil tak menemukan solusi untuk mereka. Wajar saja, karena lawan si kancil kali ini adalah beruang. Jika kancil melawan beruang, tentu saja kancil tak akan menang secara jelas. namun mereka mencoba bersabar, mereka percaya bahwa kancil pasti akan menemukan cara. Beberapa waktu kemudian, kancil tersenyum. Matanya berbinar-binar, menandakan dia telah menemukan sesuatu.
“Kawan-kawan.. aku punya satu cara yang mungkin bisa kita lakukan untuk mengusir beruang itu. Tapi, aku butuh bantuan kalian semua. Apa kalian mau membantu?”. Tanya si kancil. “Tentu saja kami semua siap membantu mu cil, apa lagi itu demi kebaikan kami juga”. Jawab mereka serempak. “Bagus.. aku suka dengan semangat kalian. Jadi dengarkan apa yang akan ku katakana berikut ini. kalian semua pergilah mencari kepiting sebanyak-banyaknya, ke sungai, sawah, kolam, danau, dimanapun. Lalu kumpulkan semua kepiting itu, dan pada malam hari, kita semua akan menaruh semua kepiting itu ke dalam kolam. Nah.. beruang tentu tak akan tahu karena dia tengah asik tidur di goanya. Dan ketika pagi hari dia menuju kolam untuk menangkap ikan, maka kepiting-kepiting itu akan mencapit kaki dan seluruh bagian tubuhnya ketika dia masuk ke dalam kolam. Kita biarkan selama beberapa hari dan tunggu dengan sabar, aku yakin beruang itu pasti akan kapok dan beranggapan ikan di dalam kolam sudah habis dan berganti hanya di huni kepiting. Dengan cara ini, semoga saja beruang itu tidak akan kembali ke kolam. Dan kita bisa membersihkan kolam dari kepiting ketika beruang itu sudah tak lagi datang. Bagaimana? Apa kalian setuju?”. Tanya kancil.
Mendengar ide kancil yang sangat brilian itu, kontan para burung bersorak sorai, mereka yakin cara ini pasti akan berhasil. Akhirnya, mereka mulai menjalankan rencana dari si kancil. Para burung-burung itu terbang ke segala arah dan mengambil setiap kepiting yang mereka temui, lalu menjatuhkanya ke kolam. Tentu saja mereka melakukan itu ketika si beruang tidak ada di sekitar kolam. Seharian mereka bekerja keras, hingga sudah banyak sekali kepiting yang mereka kumpulkan. Dan langkah selanjutnya sebagaimana rencana si kancil, mereka menunggu. Sebagaimana yang di prediksi si kancil, paginya si beruang datang ke kolam seperti biasa. Sedangkan si kancil dan para burung bersembunyi di semak-semak untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka ngintip dari semak-semak dengan hati berdebar-debar. Berharap semua berjalan sesuai rencana.
Dan tepat seperti perkiraan si kancil, ketika si beruang mulai masuk ke dalam kolam, beruang itu meraung-raung kesakitan. Dia lalu berlari keluar dari dalam kolam, ternyata banyak kepiting yang mencapit setiap bagian tubuhnya sehingga menempel. Beruang sepertinya kesulitan untuk melepas mereka. Dan akhirnya berlari ke dalam hutan dengan menahan rasa sakitnya. Tapi, ternyata beruang belum kapok. Besoknya dia datang lagi ke kolam, berharap para kepiting sudah pergi. Tapi ketika dia masuk ke dalam kolam, kejadian yang sama dia alami. Kepiting mancapit setiap bagian tubuhnya hingga dia meraung-raung kesakitan dan bersusah payah melepaskan capitan kepiting-kepiting itu. Beruang itupun lari lagi ke dalam hutan dengan menahan sakit dan perutnya yang sudah semakin lapar. Begitu pula pada hari ketiga, hal yang sama terulang. Namun, lagi-lagi beruang itu lari kesakitan ke dalam hutan dengan perutnya yang terasa sudah sangat lapar karena sudah 3 hari tak memakan ikan.
Dan setelah hari ketiga, beruang itu sudah tak ada muncul lagi. Mungkin sudah kapok. Tentu saja hal tersebut membuat para burung bersorak sorai dan merayakanya. Mereka sangat berterimakasih atas bantuan si kancil karena memberi ide yang cukup cemerlang. Pada hari berikutnya, para burung bergotong royong dengan penuh semangat untuk memindahkan semua kepiting-kepiting itu dari kolam. Paruh mereka yang panjang serta keahlian mereka dalam menangkap kepiting, tentu tak membuat masalah ketika mereka harus berurusan dengan kepiting yang memiliki capit itu. Sedangkan si kancil melihat mereka dengan tersenyum bahagia, hatinya sangat lega karena bisa membantu. Setelah acara pembersihan kepiting dari kolam itu selesai, si kancil mohon pamit untuk pulang kembali ke tengahhutan. Karena sudah 4 hari lamanya dia berada di tempat itu. Dia takut, kawan-kawanya di tengah hutan akan merasa hawatir. Dan kepulangan si kancil diantar oleh para burung dengan  rasa terima kasih yang sangat besar. Kali ini, si kancil lagi-lagi menjadi penolong di masa-masa sulit. Dan kini para burung bisa mencari ikan di kolam dengan bebas tanpa rasa takut.
Story By: Muhammad Rifai

Hikmah yang bisa kita petik: Keserakahan sering membuat kita lupa akan banyak hal. Lupa teman, lupa keluarga, dan lupa bahwa kita tak bisa hidup sendiri. Tak jarang keserakahan membuat orang akan memiliki banyak musuh. Yang suatu saat bisa mendatangkan karma karena rasa teraniyaya yang mereka alami. Oleh karena itu, bersikap baiklah kalian pada sesama. Terutama keluarga dan teman-teman kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *