Dongeng si KANCIL dan HARIMAU LAPAR

Dongeng si Kancil dan Harimau Lapar – Zaman dahulu kala, hutan masih memiliki pohon-pohon yang lebat dan tumbuh cukup asri. Berbagai binatang baik binatang kecil atau besar, hidup dalam hutan tersebut. Ada seekor hewan yang sangat dikenal di kawasan hutan itu, dia adalah sang raja hutan dan pemangsa yang cukup ganas, Harimau. TubuHnya yang besar serta kuku dan taringnya yang tajam, membuat harimau sangat ditakuti. Karena harimau tak segan-segan memangsa siapa saja yang ditemuinya, bahkan manusia sekalipun.
Dongeng kancil dan harimau

Pada suatu hari, di hutan itu kedatangan penghuni baru. Binatang itu bertubuh kecil, mirip rusa tapi agak mini, kancil namanya. Si Kancil berusaha mencari tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Hutan yang dahulu menjadi rumahnya, mengalami kebakaran sehingga dia harus lari mengungsi mencari rumah baru. Sebenarnya kebakaran tersebut disebabkan karena ulah manusia. Para manusia membakar hutan untuk membuka lahan baru dan mendirikan pemukiman. Sehingga memaksa para hewan untuk menjauh.
Si kancil terlihat sangat letih, lalu dia melihat sebuah rumpun bambu di bawah bebatuan yang agak berbukit. Karena capek, si Kancil memutuskan untuk istirahat sejenak. Tapi karena tubuhnya yang lelah serta angin sepoi-sepoi yang cukup segar, membuat si Kancil tertidur dengan pulasnya. Tapi tak lama berselang, si Kancil dikecutkan oleh suara auman yang cukup keras dan menakutkan. Kontan saja si Kancil terbangun, dan betapa kagetnya dia setelah melihat ada hewan yang cukup besar, berkuku tajam, dan memiliki taring yang panjang sudah berdiri di atas bongkahan batu di atasnya.

Merasa dirinya terancam, Kancil berniat lari. Akan tetapi sadar akan kondisi tubuhnya yang masih letih, kancil yakin dia tak akan bisa lolos. Ahirnya si Kancil memutar otak, mencari akal untuk terbebas dari bahaya itu. Lalu dengan memasang mimik biasa seolah tak takut, si kancil berjalan pelan seakan mengacuhkan Harimau yang dari tadi memperhatikanya.. “Hai hewan kerdil.. Apa kau tak kenal aku? Apa kau tak takut aku? Kenapa kau mengacuhkan ku seakan aku tak ada? Ggggrrrrrrrrrr…”. Teriak harimau geram karena merasa diremehkan. 

“Lho.. kenapa aku harus takut kamu..? Aku saja tak kenal kamu. Aku warga baru di sini.. memangnya kenapa aku harus takut sama kamu. Wajahmu kan tampan, tidak menakutkan”. Kata kancil sedikit memuji untuk menyusun siasat. “Wah.. benarkah menurut mu aku tampan..?”. Tanya Harimau mulai tersanjung. “Iya.. kamu tampan.. gagah lagi.. Pokoknya di daerah ku yang dulu, tak ada hewan yang setampan dan segagah kamu..”. Kata kancil lagi. “Hahaha.. tentu saja aku tampan dan gagah.. Aku kan raja hutan, aku yang menjadi penguasa di hutan ini..”. Kata Harimau sambil sedikit bergaya.
“Nah.. masa aku harus takut dengan hewan setampan kamu, aku malah kagum.. Tapi, apa benar kamu raja hutan di sini?”. Tanya kancil lagi. “Lho.. ya jelas.. kalo kamu tak percaya, tanyakan sama semua hewan di sini, apakah aku sang Harimau yang gagah ini raja di hutan ini”. Kata Harimau dengan sombong. “Oooo.. jadi nama mu harimau, aku si Kancil.. Salam kenal saja ya. Tapi apa kamu memang layak jadi raja? “. Tanya si Kancil lagi. !Apa kamu bilang? Kamu meragukan kekuatan ku? Kau tahu aku sedang lapar? Mubgkin daging kurus mu bisa untuk mengganjal perut ku yang kelaparan..Gggrrrrrrr..”. Harimau geram karena merasa dihina.
“Lho.. Lho.. Tunggu dulu Harimau.. Jangan marah dulu. Aku kan cuma tanya apa kamu sudah cukup layak jadi raja? Soalnya di daerah asal ku sana, seorang raja harus mampu menyelesaikan satu tantangan biar busa layak disebut raja”. Kata kancil. “Hmm.. Tantangan? Tantangan apa? Tak ada yang tak bisa aku tuntaskan..”. Kata Harimau mulai merasa tertantang. “Begini tuan Harimau yang katanya raja hutan.. Di daerah asal ku, aku dikenal sebagai hewan tercepat dan mampu melampaui kecepatan hewan apapun. Dan yang menjadi raja, harus mampu mengalahkan ku dalam lomba lari agar diakui sebagai raja yang sah.. Jika kau mampu mengalahkan aku dalam lomba lari, maka kau memang benar-benar raja hutan sejati”. Kancil menjelaskan.

Mendengar penjelasan dari kancil, Harimau termenung sejenak. Lalu beberapa waktu kemudian dia tersenyum sinis sambil berkata.. “Hmm.. cuma itu? Hahaha… itu bukan masalah besar. Meski tubuh ku besar, aku cukup lincah dan cepat. Aku akan penuhi syarat mu, tapi aku juga punya satu syarat untuk mu..”. Kata Harimau. “Apa syarat mu..?”. Tanya kancil. “Jika kau menang, kau bebas pergi dan tak akan ku ganggu lagi. Tapi jika aku yang menang, maka kau harus mau jadi makanan ku.. Bagaimana? Apa kau setuju?”. Si Kancil berlagak diam sejenak seolah berfikir, lalu beberapa saat kemudian kancil menjawab.. “Baiklah.. cukup adil.. Pemenang mendapat apa yang dia mau..Kalau
begitu, jika aku menang aku ingin satu kumis mu. Agar kamu tidak curang dan aku merasa tenang,
aku minta kau memberi ku satu kumis mu sebelum kita lomba. Jika kau tak mau, berarti kamu
sudah yakin bahwa kamu kalah dan tidak berani melawan aku dalam lomba lari. Nanti jika hewan
di hutan ini mendengar kabar ini, mereka pasti berfikir jelek tentang mu. Jadi ku rasa itu harusnya cukup mudah buat mu jika satu kumis di jadikan pertukaran untuk bisa memakan ku?”. 

Akhirnya, Kancil dan Harimau bersiap lomba lari. Batasnya sudah ditentukan hingga sungai kecil di batas hutan sebagai garis finisnya. Waktupun di hitung mundur, setelah sampai hitungan ketiga.. Harimau segera melesat bagai anak panah dengan kecepatan penuh. Dia sangat yakin bahwa dia pasti menang. Dia melompat menghindari batu, merobos semak dan belukar, semangatnya cukup membara demi sebuah pengakuan dan makanan gratis. Lalu, bagaimana dengan Kancil? Ceritanya beda lagi.. 
Ternyata lomba itu hanya akal-akalan si Kancil untuk menyelamatkan diri. Karena dia cukup lelah, maka tak mungkin dia bisa lari menjauh dari Harimau dan bisa lolos. Jalan satu-satunya adalah mencari siasat agar Harimau sendiri yang lari menjauhinya. Maka ketika Harimau berlari cepat menuju batas hutan, kancil malah berlari berlawanan arah. Dengan cara itu, si Kancil akhirnya lolos dari bahaya.
Lalu bagaimana dengan Harimau? Harimau tidak sadar bahwa dia telah tertipu. Harimau mulai menyadari hal itu setelah dia sampai di garis finis dengan bangganya. Lalu dia menunggu si Kancil yang dia kira masih mengejarnya di belakang. Tapi setelah Harimau menunggu cukup lama hingga senja tiba, si Kancil tidak muncul juga. Barulah Harimau sadar, bahwa dia berhasil dikelabui siasat si Kancil yang ternyata melarikan diri. Dan lomba lari antara si Kancil dan Harimau itu sebenarnya sia-sia dan tak pernah ada. Sejak saat itu, harimau mulai dendam pada si Kancil karena merasa terhina. Dan sejak saat itu, awal mula cerita permusuhan Kancil dan Harimau dimulai.

***
dongeng kancil
Hikmah yang dapat dipetik: Kesombongan selalu menutup akal untuk bisa berfikir jernih. Dan kecerdasan selalu lebih unggul dibanding kekuatan. Maka belajarlah yang giat agar pintar dan cerdas. Karena orang cerdas yang memiliki pengetahuan luas, dapat mengalahkan orang yang sangat kuat hanya dengan otaknya saja. 🙂


Pengarang: Muhammad Rifai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *