Dongeng KANCIL, SEMUT, dan GAJAH SOMBONG

Dongeng Kancil, Semut, dan Gajah Sombong – Setelah keberhasilan kancil menguak penipuan siput pada dongeng kancil dan siput ajaib sebelumnya, nama kancil mulai dikenal. Namanya menjadi perbincangan seluruh hewan yang ada di Eutopia. Namun ha tersebut tetap membuat kancil rendah hati, kancil tidak sombong dengan ketenaranya. Pada suatu hari ketika kancil hendak minum di kolam dekat sumber air, dia mendengar teriakan minta tolong. Setelah dia cari-cari arah suara itu, ternyata itu adalah suara semut yang tengah berada ditengah kolam dan hampir tenggelam karena tak bisa berenang. Secepat mungkin kancil mencari ranting pohon lalu digigit ujungnya, sedangkan ujung yang lain dia arahkan ke semut tersebut. “Cepat..‼ Segera naik ke atas ranting ini..‼”. teriak si kancil. Dengan ssah payah semut itu berenang pelan, dan akhirnya mampu menggapai ranting yang dijulurkan oleh si kancil.

dongeng kancil, semut dan gajah


“Kamu tidak apa-apa kawan?”. Tanya kancil. “Syukurlah kau datang kawan, kalau kau tidak menolong ku, aku pasti bisa mati. Terimakasih..”. jawab semut. “Ah.. lupakan saja. Bukankah sesama makhluk kita harus saling tolong menolong”. Kata kancil merendah. “Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau terjatuh di tengah kolam?”. Sambung kancil. “tadi ketika aku tengah termenung di atas pohon memikirkan nasib rakyat ku, tiba-tiba angin berhembus kencang  dan menerbangkan ku hingga aku jatuh di tengah kolam”. Jawab semut. “Memangnya ada masalah apa kau dengan rakyat mu? Apa kau mau bercerita? Siapa tahu aku bisa membantu mu..”. Tanya kancil lagi. Lalu semut pun bercerita..bahwa saat ini rakyatnya sedang dirundung masalah. Beberapa bulan terahir, sarang mereka yang berada di pinggir sungai sering didatangi oleh segerombolan gajah. Mereka berjemur dan bermain lumpur disana, akibatnya rumah-rumah semut yang ada di daerah itu menjadi porak poranda diterjang oleh para gajah.
Para semut sudah berusaha untuk mengambil tindakan dan melawan. Mereka mencoba mengkroyok dan menggigit para gajah. Namun kulit gajah yang tebal dank eras, seakan membuat gigitan mereka tak ada artinya. Hingga raja semut itu menjadi putus asa untuk bisa menemukan solusi yang tepat. Mungkin mereka bisa pindah. Namun resikonya sangat berbahaya. Karena setiap kawasan sudah dihuni oleh kerajaan semut lain. Bisa-bisa jika mereka melanggar wilayah, mereka akan berperang dan jatuh banyak korban. Mendengar penjelasan dari raja semut ini, hati kancil merasa iba. “Tunggu sebentar.. beri aku waktu sejenak untuk mencari cara agar bisa membantumu”. Kata kancil. Lalu kancil pun diam beberapa saat, wajahnya tampak serius seakan memikirkan sesuatu yang berat. Namun selang beberapa saat kemudian, kancil tiba-tiba tersenyum.
“Ahaaaa… aku sudah temukan satu cara yang akan membuat para gajah itu kapok’. Kata kancil. “Benarkah? Bagaimana caranya?”. Tanya si raja semut penasaran. “Begini.. jika kalian menggigit kulit gajah, mungkin kalian tak akan berhasil. Karena kulit gajah bagian luar sangat keras dan tebal. Bahkan harimau saja tak mau memburu mereka. Namun kulit mereka hanya keras dibagian  luar, namun tetap lemah di bagian dalam..”. jelas kancil. “Apa maksud mu kawan? Aku belum faham.. Memangnya bagaimana caranya untuk menggigit kulit bagian dalam jika bagian luar saja kami tak bisa menembusnya?”. Tanya si raja semut bingung.
“Begini kawan, dengarkan baik-baik dan sampaikan pada semua rakyatmu. Nanti jika para gajah itu datang lagi, kalian bersiaplah naik ke atas pohon. Dan begitu gajah itu lewat di bawah kalian, kalian menjatuhkan diri ke atas gajah tersebut. jangan langsung digigit, sabar dulu. Kalian harus merayap menuju ke arah belalainya. Lalu masuk ke lubang hidungnya, semakin banyak dari kalian yang bisa masuk, maka akan semakin bagus. Lalu setelah kalian sampai di dalam hidung, gigit sekuat-kuatnya dan jangan dilepas. Mungkin gajah akan berusaha mengeluarkan kalian dengan menghembuskan nafas kuat-kuat, namun kalian harus bisa bertahan dengan menggigit lebih kuat lagi. Jika cara ini berjalan lancar, maka para gajah itu pasti akan kapok”. Jelas kancil. 

Mendengar penjelasan dari si kancil, raja semut tersenyum senang. Seakan dia telah menemukan harapan baru untuk menolong rakyatnya. Akhirnya, si raja semut pun berpamitan bergegas ingin pulang dan menyampaikan ide si kancil pada semua rakyatnya. Namun sebelum si raja semut itu pergi, dia menyempatkan diri bertanya pada si kancil. “Terimakasih atas saranmu kawan, bantuan mu ini akan selalu ku ingat. Dan suatu saat, aku akan berusaha membalas budimu. Jika aku boleh tahu, siapa nama mu?”. Dengan tersenyum kancil menjawab..”Nama Ku kancil..”. si raja semut membalas senyuman si kancil dengan keramahan yang sama. Lalu dia pamit untuk pulang. Setelah sampai pada rakyatnya, dia menceritakan ide yang diberikan si kancil dan menceriakan bagaimana awal pertemuan mereka ketika si kancil menolong nyawanya. Para semutpun dibuat takjub dengan cerita rajanya yang luar biasa, ibarat kisah petualangan.
Setelah kejadian itu, para semut berencana untuk melakukan ide si kancil. Pada hari berikutnya dimana para gajah biasanya datang, para semut naik ke atas pohon dan menunggu. Setelah ada gajah yang lewat di bawah mereka, mereka langsung menjatuhkan diri dan mendarat di punggung gajah tersebut. mereka lalu merayap menuju belalai gajah, dan masuk ke lubang hidung gajah. Lalu dengan serentak mereka menggigit kuat-kuat. Kontan saja para gajah meronta kesakitan, karena merasa hidung mereka terasa seperti tersengat. Mereka sudah berusaha mengeluarkanya dengan menghembuskan nafas keras-keras menggunakan belalainya, namun tetap gagal.
Akhirnya dengan wajah kesakitan dan meraung-raung, para gajah lari meninggalkan tempat itu. Melihat hal tersebut, para semut bersorak sorai dan merayakan keberhasilan mereka. Dan setelah kejadian itu, ternyata tak ada lagi gajah yang berani ke sana. Dan karena jasa kancil yang begitu besar, membuat raja semut dan rakyatnya memanjatkan syukur dan rasa terimakasih yang sangat besar. “Terimakasih kancil sahabat ku.. jasa mu akan selalu ku ingat dan dikenang oleh seluruh rakyat ku. Ku panjatkan do’a semoga keselamatan selalu menyertai mu. Dan semoga saja aku diberi kesempatan untuk membalas budi mu suatu hari kelak..”. gumam raja semut sambil melihat langit biru yang cerah.
Story By: Muhammad Rifai

Hikmah yang dapat kita petik: tak ada orang kuat di dunia ini melebihi yang maha kuasa. Setiap kekuatan di dunia, pasti memiliki kelemahan. Sehingga kita tak patut untuk berlaku sombong. Dan setiap manusia selalu mendapat balasan dari apa yang mereka perbuat. Jika kau berbuat baik, maka kaupun akan mendapat balasan yang baik pula. Bahkan kebaikan mu tak akan dilupakan, seperti jasa si kancil ketika menolong semut pada dongeng di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *