Dongeng KANCIL Dan SIPUT Ajaib

Dongeng Kancil Dan Siput Ajaib – Setelah menolong kampong tikus pada dongeng sikancil, tikus, dan gajah pada kisah sebelumnya, kini kancil dan kerbau melanjutkan perjalanan ke tengah hutan tempat para binatang berada. Setelah berjalan sekitar setengah hari, akhirnya mereka sampai pada sebuah tempat dimana para binatang berkumpul dan hidup dengan damai. Tempat itu mereka sebut dengan Eutopia. Ketika si kancil dan kerbau tiba, di Eutopia sedang ada perayaan tahunan yang cukup ramai. Para hewan membawa banyak sekali makanan dan mengaraknya bersama-sama kea rah sungai. Melihat hal tersebut, si kancil menjadi sangat tertarik dan menjadi penasaran. Kancilpun akhirnya bertanya pada kerbau sahabatnya. “Ada acara apa  ini sebenarnya sahabat ku?”. Tanya kancil. “Oh iya.. kau penghuni baru, jadi belum tahu tentang kegiatan ini ya. Ini adalah hari persembahan. Biasanya di adakan setahun sekali. Pada hari ini, kami harus memberikan sebagian dari cadangan makanan kami pada siput ajaib penguasa sungai.”. jawab kerbau.

Mendengar jawaban itu, si kancil menjadi lebih penasaran. ‘Siput ajaib penguasa sungai? Apa maksudnya itu? Dan mengapa kalian harus memberikan sebagaina cadangan makanan kalian untuk dia?”. Tanya kancil lagi. “Nah.. itu sudah terjadi sejk turun temurun, aku tak tahu pasti bagaimana detailnya. Tapi siput yang satu ini sangat ajaib. Dia mampu berlari cukup cepat dan menguasai sungai. Bahkan kuda tercepat yang bernama Kundalini saja tak mampu mengalahkan dia. Dan setiap apa yang dikatakanya pasti bisa terjadi. Jika kami lupa memberikan sesembahan, maka dia akan marah. Dan membuat sungai menjadi kering. Oleh sebab itu, kami menyebutnya siput ajaib penguasa sungai”. Kata kerbau menjelaskan. Mendengar penjelasan dari si kerbau, si kancil menjadi sangat penasaran. Dia mencium sesuatu yang kurang beres, pasti ada yang salah dengan semua itu.
Akhirnya, dia ikut ke sungai bersama si kerbau dengan tujuan untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Perayaan berlangsung meriah. Dan pada akhir upacara, munculah si siput dari dalam sungai dengan di elu-elukan oleh semua haewan yang hadir. “Siput ajaib yang bijaksana.. siput ajaib yang baik hati..”. begitu kata mereka. Beberapa lama si kancil memperhatikan siput itu dengan penuh selidik. Sedangkan si siput yang tak tahu sedang diperhatikan si kancil, berjalan dengan angkuhnya seperti biasa. “Bawa dan hanyutkan semua makanan ini ke sungai..”. perintah si siput. Namun belum sempat para hewan mengangkat semua makanan itu, tiba-tiba kancil muncul ke depan dan mencegah mereka.” Tunggu..‼ Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian mau saja memberikan sebagian cadangan makanan kalian  begit saja. Bukankah kalian sendiri membutuhkanya? Kalian bekerja keras seharian mengumpulkanya?”. Kata si kancil.

Melihat hewan asing yang muncul dan tiba-tiba bicara dihadapan mereka, membuat para hewan saling gaduh bertanya satu sama lain. Melihat hal itu, si siput langsung angkat bicara. “Siapa kau hewan asing? Akau belaum pernah sekalipun melihat mu di kawasan ini? berani-beraninya kau mengusik upacara yang suci ini? Apa kau tak takut padaku?”. Teriak si siput dengan angkuhnya. “Kenapa aku harus takut? Memangnya apa yang bisa kau lakukan?”. Tanya si kancil. “berani benar kau bicara seperti itu. Apa kau tak takut aku hokum? Aku adalah sang penguasa sungai”. Jawab si siput lagi. “Ah.. aku tak takut.. aku sudah pernah berhadapan denganm hewan yang lebih buas dari mu. Aku mengalahkan buaya, harimau, bahkan aku mapu mengalahkan manusia dan juga gajah”. Jawab si kancil dengan lantang. Mendengar jawaban itu, kontan saja si siput tertawa terbahak-bahak di ikuti seluruh hewan yang hadir di situ, kecuali si kerbau.

Melihat kawanya di tertawakan, akhirnya si kerbau ikut maju ke depan dan angkat bicara. “Yang dikatakan teman ku ini benar, dia tidak bohong. Dia telah menyelamatkan ku dari buaya yang akan memangsa ku. Dan dia juga menolong para tikus dari serbuan segerombolan gajah. Aku tidak bohong, aku melihatnya sendiri”. Teriak sikerbau. Ontan saja semua hewan yang hadir terdiam. Mereka saling pandang dan berbisik satu sama lain antara ragu dan percaya. “Aku tahu kalian masih belum percaya padaku. Leh karena itu akau akan buktikan pada kalian dengan mengalahkan siput yang kalian bilang siput ajaib ini. Konon katanya, dia sangat jago berlari. Dan bisa berlari cukup cepat. Maka, aku akan mengalahkanya untuk member bukti pada kalian”. Teriak kancil lantang. Sontak para hewan yang hadir menjadi tambah gaduh. “Bagaimana siput? Apa kau berani?”. Tantang si kancil.

dongeng kancil dan siput

Merasa dirinya ditantang, si siput pun tak ada jalan lain kecuali menerimanya. “Hahahaha.. baik, aku terima tantangan mu. Tapi apa untungnya jika aku menang?”. Tanya siput. “Jika kau menang, aku akan menjadi pelayan mu seumur hidup ku”. Jawab kancil. “Hmm.. baik, itu hal yang cukup menarik”. Siput menanggapi. “Tapi jika aku yang menang, maka para penduduk tak akan kau paksa lagi untuk memberikan simpanan makanan mereka kepadamu. Bagaimana? Cukup adil bukan?” Tanya kancil lagi. “Baik.. aku setuju. Itu hal yang cukup adil..kalau begitu, langsung saja kita mulai lombanya sekarang, mumpung banyak rang yang menjadi saksinya”. Kata siput. “Baik, ayo.. aku bantu kau untuk menaruh mu ke dalam sungai..”. Kata si kancil sambil mengangkat siput dan memasukanya ke dalam sungai. Sebenarnya, apa yang sedang direncanakan si kancil?
Ceritapun berlanjut, akhirnya para hewan berbaris mulai dari garis start hingga garis finish sebagai saksi. Dan si kerbau berperan sebagai wasit di garis start, hitunganpun di mulai dan lomba akhirnya dilakukan. Si kancil berlari dengan kencangnya. Dia mengerahkan segenap tenaganya. Namun ketika dia sudah sampai cukup jauh, tiba-tiba si siput muncul dari dalam air dan berteriak jauh di depanya. “Hai hewan kerdil.. ayo kejar aku..‼”. Teriak si siput. Kancilpun kembali berlari lebih kencang, dan berusaha mengejar si siput. 

Hingga akhirnya si kancil tiba di garis finish disaksikan hewan-hewan yang berkumpul disana, namun ternyata si siput sudah sampai garis finish lebih dulu. “Hahaha.. dasar hewan tak tahu diri..‼ kau mau menantang ku? Jangan mimpi bisa menang dari ku, sekarang kau sudah kalah. Dan kau harus tepati janji mu untuk menjadi pelayan ku seumur hidupmu”. Kata siput. “Hidup siput ajaib..‼ hidup siput ajaib..‼” teriak sorai para hewan kembali mengelu-elukan kehebatan siput yang mereka kira memiliki keajaiban.
Namun ternyata, si kancil memiliki rencana lain.. “Tunggu.. sebenarnya akulah yang menang..‼”. kata si kancil. “Sebenarnya yang kalian elu-elukan ini tak lebih dari segerombolan siput penipu. Mereka menipu kalian untuk merampas makanan yang kalian kumpulkan dengan susah payah”. Kata si kancil lantang. “Hai.. apa maksut mu menuduh siput ajaib junjungan kami sebagai penipu..‼’. teriak salah satu hewan marah karena merasa junjungan mereka di hina. “ Tenang.. jangan marah dulu.. tadi sebelum lomba ini di mulai, aku memberi tanda pada cangkang siput ketika aku menaruhnya di sungai. Sekarang kalian coba periksa cangkangnya, apakah ada tanda yang telah aku buat?”. Akhirnya, salah satu hewan maju dan memeriksa cangkang itu. “Tandanya tidak ada..”. jawab hewan itu kaget. “Sekarang kau sampaikan pada hewan-hewan yang berkumpul di garis start, suruh berang-berang untuk menyelam tepat di mana aku meletakan siput tadi. Dan jika ada siput, suruh dia untuk membawanya ke permukaan”. Kata kancil lagi.
Akhirnya, hewan itu berlari ke garis start, dan menyampaikan apa yang dikatakan kancil. Ternyata benar dugaan kancil, di sana masih ada siput yang tadi di letakan oleh kancil. Tentu saja hal ini membuat para hewan menjadi gaduh dan bingung, dan akhirnya menuju tempat kancil untuk mencari penjelasan. “Kalian tak usah bingung..‼ Sebenarnya selama ini kalian telah di tipu.  Siput ini tidak memiliki keajaiban apa-apa. Mereka Cuma berbaris sepanjang sungai dengan mengandalkan jumlah mereka yang cukup banyak. Sehingga ketika lomba lari, siput yang terdekat akan muncul. Karena bentuk mereka sama, kita susah membedakanya”. Jelas si kancil. “Oooo.. jadi begitu? Lalu, bagaimana mereka bias mengatur air sungai. Setiap apa yang mereka katakan selalu tepat. Jika mereka berkata sungai akan kering, maka sungai juga kering. Jika mereka bilang sungai akan banjir, sungaipun banjir”. Tanya salah satu hewan.
“Itu mudah.. mereka masih menggunakan cara yang sama. Mereka menempatkan siput hingga berbaris panjang sampai hulu sungai. Ketika di hulu tak ada hujan, maka mereka akan bilang sungai akan kering. Dan ketika di hulu mengalami hujan besar, mereka akan bilang ada banjir. Dan kabar itu di sampaikan sambung menyambung hingga siput yang ada di sini. Hal itu mudah dilakukan, karena sungai yang mengalir ke sini mengandalkan sumber air yang ada di hulu. Sehingga mudah ditebak. Karena setiap hal yang terjadi di hulu, pasti akan berpengaruh di sungai ini”. jawab kancil menjelaskan. Akhirnya, para hewan menjadi mengerti dan berterima kasih pada si kancil. Karena telah menguak penipuan yang selama ini di lakukan oleh para siput. Dan sebagai imbalanya, si kancil disambut dengan pesta yang cukup meriah dengan semua makanan yang tadi di kumpulkan. 

Dan untuk para siput, mereka di usir dari Eutopia dan di larang untuk memasuki kawasan hutan. Sehingga para siput harus mencari tempat baru. Akhirnya, mereka tinggal di pinggir-pinggir sungai, rawa-rawa, atau persawahan. Konon itulah sebabnya mengapa banyak sekali kita temui siput yang ada di sawah atau rawa-rawa hingga saat ini.
Story By: Muhammad Rifai

***
Hikmah yang dapat kita petik: Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh ke tanah juga. Dengan kata lain, sepandai-pandainya seorang penipu.. suatu saat pasti akan terbongkar juga. Oleh karena itu, jangan gunakan kecerdasan mu untuk berbohong dan menipu sesama. Tapi.. gunakan semua ilmu dan pengetahuan mu untuk menolong sesama seperti yang dilakukan si kancil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *