Dongeng Kancil dan Serigala Ompong – Si kancil kini sudah menjadi hewan yang cukup disegani di kawasan Eutopia. Sifatnya yang baik hati, suka menolong, cerdik, serta kebijaksanaan yang dimiliki, membuat para hewan mengagumi dan menaruh hormat padanya. Apa lagi setelah kabar bahwa si kancil membantu semut untuk mengalahkan gajah sudah tersebar, nama si kancil semakin dipuji dan jadi buah bibir di seluruh kawasan hutan. Tentu saja setiap hal baik tak semua menyukainya, terutama para hewan-hewan jahat yang sebelumnya telah dikalahkan oleh si kancil. Nama si kancil yang terkenal, membuat banyak hewan-hewan dari kawasan hutan lain ingin melihat sosoknya. Sebagian ada yang sekedar ingin berkenalan dan berteman, dan sebagian lagi memiliki niat yang kurang baik.

Salah satunya adalah srigala, dia sangat geram mendengar nama si kancil semakin di elu-elukan. Bahkan para hewan yang dulu menghormatinya, kini lebih menghormati si kancil. Rasa penasaran dan rasa marah yang ada di dalam dadanya, memunculkan niat jahat dalam benaknya. “ Aku akan mencarinya, dan aku akan memakanya ketika bertemu denganya”. Kata srigala kemudian berlari ke arah hutan mencari si kancil. Srigala adalah hewan yang sangat ganas dan kejam, bahkan kabar tentang keganasanya sudah cukup dikenal di seluruh kawasan hutan. Dia adalah hewan nomer tiga yang paling ditakuti setelah harimau dan singa. Dan kemarahan serta rasa iri yang dia rasakan, akan membuat keganasanya semakin menggila.
Dongeng KANCIL dan SERIGALA Ompong, Cerita Dongeng Anak Terbaru

Ditempat lain, kancil tengah asik beristirahat di bawah pohon. Dia tidak sadar bahwa ada bahaya yang sedang mengintainya. Si kancil sedang asik menikmati gemerisik dedaunan yang diterpa angin, ibarat musik alami yang membuat matanya semakin mengantuk. Namun ketika si kancil tertidur sejenak, tiba-tiba dia dikagetkan oleh seuatu. Ternyata itu adalah seekor tikus yang sedang membangunkanya. “Tuan kancil.. bangun tuan kancil..‼ Tuan harus segera lari..”. teriak tikus itu. Kancilpun membuka matanya yang masih agak berat. Melihat kepanikan si tikus, kancil berusaha menenangkanya. “Ah.. tikus sahabat ku, ada apa gerangan? Kenapa kau terlihat gelisah? Ambil nafas, dan ceritakan pelan-pelan”. Kata kancil sambil tersenyum.
Si tikus berusaha menenangkan diri, dia mengatur nafasnya yang terengah-engah karena baru saja berlari. Setelah dia sudah mulai tenang, si tikuspun melanjutkan ceritanya.. “Gawat tuan kancil.. srigala sedang mencari tuan. Wajahnya terlihat sangat marah dan ganas. Dia bertanya pada semua hewan di mana dia bisa menemukan tuan. Para hewan tak ada yang berani berbohong karena di ancam akan dimakan jika tidak jujur. Sekarang srigala itu menuju kemari. Dan saya berusaha sekuat tenaga berlari ke sini untuk menyampaikan kabar buruk ini pada tuan. Untungnya saya tahu jalan pintas sehingga bisa mendahului srigala itu. Sebaiknya tuan segera lari sekarang, sebelum srigala itu tiba..”. kata tikus hawatir.

Mendengar penjelasan dari si tikus, si kancil sedikit terkejut. Namun bukan si kancil namanya jika dia tak bisa mencari jalan keluar. Si kancil berusaha tidak panik, dia mencoba mencari cara agar bahaya yang akan dia hadapi dapat dihindari. Kancil berfikir agak lama, namun sesaat kemudian dia menemukan ide yang menurutnya dianggap tepat. “Terimakasih sahabat ku atas kabar yang kau sampaikan. Kau tak usah panik, sepertinya aku punya satu cara. Meski agak beresiko, tapi tak ada salahnya jika aku mencobanya. Kau bersembunyilah segera, sebentar lagi mungkin srigala itu akan datang. Dan ingat pesan ku, jangan keluar apapun yang terjadi”. Pesan kancil. Mendengar itu, tikus itu lalu berpamitan dan bersembunyi di semak-semak. Lalu, apa yang dilakukan si kancil..?

Ternyata tidak ada, si kancil tidak berlari ataupun sembunyi. Justru si kancil berjalan dengan santainya, namun ada sedikit hal aneh yang dia lakukan. Yaitu dia berjalan dengan sedikit mengangkat satu kaki bagian belakang, sehingga dia berjalan agak terpincang-pincang. Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba srigala muncul di hadapanya. Wajahnya terlihat seram dengan taring-taring tajam yang dipamerkan. “Hmm.. apa kau yang namanya kancil?”. Tanya srigala itu. “Benar tuan ku.. jika aku boleh tahu, ada perlu apa tuan mencari ku?”. Tanya kancil dengan tenang. “Aku adalah srigala, aku datang kemari untuk memakan mu.. karena aku sedang lapar.. Grrrrr..”. kata serigala sambil menggeram. “Oh. Jadi ternyata tuan adalah serigala yang terkenal itu. Menurut yang ku dengar, tuan adalah hewan pemburu yang cukup hebat. Bahkan harimau dan singa, masih kalah dengan tuan dalam hal berburu. Suatu kehormatan bisa bertemu tuan, dan saya juga akan sangat senang bisa menjadi makanan tuan”. Kata kancil masih dengan tenangnya.
Melihat sikap si kancil, srigala menjadi bingung. Baru kali ini dia bertemu hewan yang cukup aneh seperti si kancil. Biasanya setiap hewan yang bertemu denganya pasti akan ketakutan. Apa lagi jika mereka tahu akan dimakan, pasti langsung berusaha lari atau malah langsung pingsan karena terlalu takut. Tapi si kancil beda, hewan ini terlihat tenang, bahkan berkata merasa terhormat karena bisa menjadi santapan srigala. “Namun tuan ku, apakah saya boleh meminta satu permintaan sebelum menjadi santapan tuan..? Saya tahu tuan adalah hewan yang terhormat dan memiliki harga diri tinggi, pasti tuan tidak akan menolak permintaan terakhir hewan lemah seperti saya”. Kata kancil lagi. “Hmm.. memangnya apa permintaan mu? Kau ingin aku melepaskan mu dan membiarkan mu pergi?”. Tanya serigala ketus.
“Bukan tuan.. saya tidak minta itu. Kaki belakang saya yang sebelah kiri, tadi tertusuk oleh duri. Sehingga saya berjalan pincang dan merasa sangat kesakitan. Jika boleh, hamba minta tuan untuk mengambilkan duri itu dari kaki saya. Karena saya takut duri itu akan membuat tuan tersedak ketika memakan saya nanti”. Kata kancil menjelaskan. Mendengar penjelasan kancil yang cukup masuk akan, serigala berfikir sejenak. Serigala tak sadar bahwa dia telah diperdaya oleh si kancil. Kesombongan akan kekuatanya, membuat srigala meremehkan kemampuan si kancil. “Kanapa aku harus takut dan was-was? Memangnya apa yang bisa dilakukan hewan lemah bertubuh kecil ini? tak ada yang perlu ku hawatirkan, lagipula aku lebih kuat. Tak mungkin dia bisa melawan ku”. Fikir srigala.
“Baiklah.. akan ku penuhi permintaan terahir mu, karena sebentar lagi kau juga akan mati. Lagipula aku juga tak mau tersedak duri ketika makan, bisa menghilangkan selera makan ku. Sekarang berbaliklah, akan kucabut duri di kaki mu dengan gigi ku”. Kata srigala. Mendengar itu, si kancilpun membalikan badanya sambil tersenyum. Rencana yang dia jalankan ternyata berjalan sesuai perkiraan. Ketika srigala menundukan kepala dan mulai membuka mulut untuk mengambil duri di kaki si kancil, si kancilpun mulai melaksanakan rencana utamanya. Dengan sekuat tenaga dia menendang gigi serigala yang terbuka lebar dengan kedua kaki belakangnya. Tak ayal, mulut serigala terluka dan mengeluarkan banyak darah. Ternyata, tendangan si kancil tepat pada sasaran. Dua gigi taring dan satu gigi depan srigala itu rontok ke tanah karena tendangan si kancil.
Kontan saja serigala meraung kesakitan karena gigi-giginya rontok. Tak menyia-nyiakan kesempatan, si kancil langsung berlari menjauh dari srigala yang meraung-raung menahan sakit di mulutnya. Kini serigala baru sadar, si kancil baru saja menipunya. Dia telah tertipu berkat kesombonganya sendiri yang meremehkan si kancil. Kini, srigala hanya bisa berjalan pulang dengan menahan sakit karena giginya yang patah. Taringnya yang dulu dia banggakan, kini sudah tak ada lagi. Dan dia pulang dengan rasa malu yang sangat karena kini dia menjadi serigala ompong yang tak akan lagi ditakuti.
Story by: Muhammad rifai
Dongeng KANCIL dan SERIGALA Ompong, Cerita Dongeng Anak Terbaru
Hikmah yang dapat dipetik: Kekuatan bukanlah ukuran untuk menentukan menang atau kalah. Karena setiap hal di dunia, pasti memiliki kekurangan dan kelebihanya masing-masing. Bahkan badan yang besar, bisa saja kalah dengan badan yang lebih kecil. Oleh karena itu, jangan pernah menyombongkan diri atas kelebihan yang kau miliki. Karena tak ada yang sempurna di dunia ini. Ketika kau mulai bangga dengan kelebihan mu, maka cobalah untuk lebih rendah hati dengan mengingat pula kekurangan mu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *