Dongeng kancil dan kura-kura yang suka mengeluh – Dongeng kancil berlanjut pada kisah selanjutnya, begitu banyak petualangan yang sudah dilalui, namun petualangan di depan akan jauh lebih banyak lagi. Meski kancil sendiri tak sadar akan hal itu. Para gajah yang pernah dikalahkan si kancil pada kisah kancil, tikus, dan gajah, sedang menunggu waktu untuk membalas si kancil. Belum lagi harimau yang masih berusaha menunggu kesempatan untuk menangkap si kancil, dan serigala ompong yang ingin sekali menuntut balas. Perlahan tapi pasti, banyak bahaya yang menanti kancil di masa depan. Namun mungkin kita bisa membaca kisahnya pada cerita yang lain. Kali ini, kita berkunjung dulu ke hutan Eutopia yang mengalami masa damai.

Pada suatu hari, si kancil tengah asik mencari makan. Dia mencari rumput-rumput muda yang banyak tumbuh di kala musim semi. Ketika si kancil tengah asik berlari ke sana ke mari mencari rumput segar, dia mendengar ada suara tangisan. Dari kejauhan lamat-lamat si kancil mendengar keluhan di sela-sela tangisan itu. Sepertinya hewan itu tengah meratapi nasibnya. Kancilpun berjalan menuju suara itu. Dilihatnya, ada seekor kura-kura yang tengah menangis di tepi kolam.

“Hai kura-kura, kenapa kau menangis? Apa kau sedang ada masalah?”. Tanya si kancil. Melihat kehadiran si kancil, kura-kura itupun menyeka air matanya. Lalu kura-kura itu menjawab..” Oh kancil.. Betapa malang hidup ku ini. Seolah dunia ini tak adil pada ku. Lihat kaki ku yang pendek, cangkang ku yang besar, dan tubuh ku yang berat. Setiap hari aku harus berjalan dengan memanggul rumah ku yang berat kemanapun aku berjalan. Belum lagi kaki ku yang pendek, membuat ku tak bisa berlari. Aku hanya bisa berjalan merambat pelan-pelan, sehingga aku tak bisa bergegas. Seperti ketika aku diundang ke acara ulang tahun si tupai kemarin. Para hewan sudah bergegas, berjalan dan berlari cepat. Sedangkan aku.. Aku sudah berusaha berlari secepat yang aku bisa. Namun ketika sampai disana, pesta telah usai dan hidangan telah habis. Aku tak mendapat apapun. Dunia memang tak adil.. Huuu..huuuu..huuuu..”. Kata kura-kura kembali menangis.

Dongeng KANCIL dan KURA-KURA yang Suka Mengeluh, Cerita Dongeng Anak Terbaru
kura-kura

“Hmmm.. Sudahlah kura-kura..!! Jangan kebanyakan mengeluh. Tuhan itu adil, dia menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termasuk aku dan kamu..”. Kata kancil. “Jika itu kau, mungkin memang benar. Kau dikaruniai banyak kelebihan cil. Kau lincah, cerdik, pandai, dan bisa berlari sangat cepat. Kau punya banyak kelebihan. Lalu, lihat aku..!! Aku tak memiliki kelebihan apapun. Yang ku rasa hanyalah banyaknya kekurangan dan beban hidup yang ditimpakan pada ku. Aku tak punya kelebihan apapun.. Kau lihat sendirikan..”. Kata kura-kura dengan nada putus asa.

Mendengar jawaban itu, kancil hanya tersenyum. Dia ingin menyadarkan kura-kura bahwa banyak sekali kelebihan yang tak dia sadari. “Hai kura-kura.. Apakah benar kau merasa tak memiliki kelebihan sama sekali?”. Tanya kancil. “Tentu saja.. Aku lebih tahu apa yang ku miliki dan kehidupan macam apa yang aku jalani. Aku hanya hewan lambat yang tak berguna..”. Keluh kura-kura. “Ooo.. Begitu..? Hai kura-kura.. Jika aku dan kamu lomba renang, kira-kira kau pasti kalah dengan ku..”. Kata kancil. Mendengar perkataan kancil, kura-kura tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha.. Apa kau sedang mengigau cil? Lihat diri mu..!! Kau mungkin memang bisa berlari cepat di darat, tapi aku tahu kau tak bisa berenang. Sedangkan aku, aku jago dalam berenang. Belajar dulu seumur hidup mungkin kau baru bisa berenang, tapi tetap tak ada jaminan kau bisa mengalahkan aku..”. Kata kura-kura sedikit mengejek.

Mendengar jawaban itu, si kancil malah tidak merasa marah. Si kancil malah tersenyum, seperti ada sesuatu yang dia fikirkan. “Oooo.. Begitu.. Hmm, mungkin benar. Oh iya, aku ada pertanyaan satu lagi. Jika tiba-tiba ada serigala datang, apa yang akan kau lakukan. Kalau aku, pasti akan langsung lari. Sedangkan kau, apa yang bisa kau perbuat? Lari mu lambat, pasti juga bisa dengan mudah terkejar”. Tanya kancil lagi. “Hahahaha.. Lagi-lagi kau bersikap konyol cil.. Kau memang penakut, bisa mu cuma lari. Sedangkan aku, aku tak takut dengan serigala. Lihat.. Kulit ku sangat keras. Jika ada bahaya, aku tak harus repot berlari seperti mu. Kau lihat rumah ku yang keras ini? Cakar harimau ataupun gigi serigala tak akan mungkin bisa menembusnya. Jika ada bahaya datang, aku hanya tinggal masuk ke dalam rumah ku yang nyaman. Menunggu hingga bahaya berlalu. Rumah ku sangat aman dan juga nyaman. Dia melindungi aku dari hujan dan panas, sehingga aku tak harus repot-repot mencari rumah atau membuay sarang”. Jawab kura-kura dengan bangganya.

Mendengar itu, si kancil tersenyum. Lalu si kancil berkata.. “Selamat kura-kura.. Kini kau telah menyadari kelebihan mu yang selama ini lupa kau syukuri. Terkadang, apa yang bisa dilakukan hewan lain kau tak bisa melakukanya. Namun ada juga hal yang tak dimiliki hewan lain, namun kau memilikinya. Kini, jagalah harta mu itu.. Syukuri, jangan banyak mengeluh. Apa yang kau banggakan, menunjukan bahwa itu adalah kelebihan mu yang berharga. Dan tak semua hewan memilikinya, termasuk aku. Kau ini sebenarnya hebat kura-kura, maka jangan meratapi apa yang tak kau miliki. Tapi syukurilah apa yang sudah kau miliki. Aku pamit ya..”. Kata kancil kemudian berlari lagi ke tengah hutan melanjutkan kegiatanya memakan rumput.

Mendengar perkataan si kancil, kura-kura tertegun. Kini dia sadar bahwa si kancil berusaha menyadarkanya. Kini, dia tahu semua kelebihanya. Dan memang benar, selama ini dia hanya sibuk mengeluh dan melihat kekuranganya. Sehingga dia lupa mensyukuri kelebihan yang diberikan Tuhan pada dirinya. Di dalam hati, kura-kura mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada si kancil. Dia menyeka air matanya, dan mulai berjalan tersenyum menuju teman-temanya dengan penuh kebangaan.

Story By: Muhammad Rifai

Dongeng KANCIL dan KURA-KURA yang Suka Mengeluh, Cerita Dongeng Anak Terbaru

Hikmah yang bisa kita petik: Jangan terlalu sibuk melihat kekurangan mu. Jangan terlalu sibuk melihat kelemahan mu. Tapi, cobalah syukuri apa yang sudah kau miliki. Karena tak ada makhluk yang sempurna. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mengeluh hanya akan menumbuhkan sifat iri dalam hati mu. Dan itu hanya akan membuat mu sakit hati dan mudah putus asa.
Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *