Cerita si KANCIL dan LANGIT RUNTUH

Cerita si Kancil dan Langit RuntuhSetelah si kancil berhasil memberi pelajaran pada si Rubah dan mengetahui kebenaran cerita dari si Rubah tentang ulah para gajah pada kisah Dongeng Tupai dan Rubah Sombong yang lalu, kini giliran si kancil ingin membalas kelicikan para gajah. Kancil mencoba mencari cara agar para gajah kapok dan tidak lagi berbuat ulah. akhirnya si kancil menyusun rencana dengan bantuan kawan-kawanya. Dia berniat memberi pelajaran pada para gajah bahwa kesombongan mereka bisa berakibat buruk bagi diri mereka sendiri.

Akhirnya si kancil mengumpulkan semua kawan-kawanya, dia memberitahukan apa rencana yang akan dilakukan untuk menjebak para gajah. “Nah teman-teman, sekarang aku akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok. Aku membutuhkan hewan-hewan yang ahli menggali tanah bersama ku. Sedangkan hewan-hewan yang lain, aku meminta kalian untuk menyebarkan sebuah kabar hingga para gajah tahu”. Kata kancil.

“Kabar apa yang harus kami sebarkan cil?”. Tanya mereka. Lalu dengan tersenyum kancil menjawab..”Aku ingin kalian menyebar kabar bahwa dalam waktu dekat langit akan segera runtuh, dan para hewan yang ingin selamat di suruh si kancil untuk berlindung di pengungsian yang telah dibuat”. Setelah mendengar jawaban kancil, para burung dan semua hewan yang tidak bisa menggali pergi ke seluruh pelosok hutan untuk menyebarkan kabar itu. Mereka tak butuh bertanya apa yang sebenarnya direncanakan si kancil, karena mereka percaya si kancil memiliki tujuan yang tidak mereka tahu.

Dalam waktu sekejab, kabar tentang langit yang akan runtuh sudah tersebar, sementara si kancil dan para hewan yang pintar menggali, sedang menggali sebuah lubang yang cukup besar di tengah hutan. kontan saja hewan-hewan yang mendengar kabar langit akan runtuh merasa panik, apa lagi kabar itu sudah ramai dibicarakan dan terasa sangat menyaksikan. Para hewan yang mengetahui kabar itu, segera menuju ke tempat pengungsian yang telah ditetapkan oleh si kancil. Mereka datang beramai-ramai untuk mengungsi dari bencana langit yang katanya akan segera runtuh.

Akhirnya kabar itu sampai juga pada para gajah. Mereke juga ikut panik dan hawatir jika kabar itu benar adanya. Merekapun akhirnya juga pergi ke tempat pengungsian yang telah di tetapkan si kancil. Meski mereka masih dendam pada si kancil, namun mereka tetap butuh tempat untuk mengungsi. Namun sial, ketika para gajah telah sampai di lubang pengungsian, lubang itu telah penuh dengan hewan-hewan, tak terkecuali si kancil juga sudah ada di lubang itu.

“Wah.. wah.. wah.. ma’af ya gajah.. Lubang pengungsian ini sudah penuh. Jadi silahkan kalian cari tempat lain atau menggali lubang sendiri..”. Kata kancil. “Ah.. mana bisa begitu cil? Kami juga berhak menempati lubang itu”. Kata para gajah agak jengkel. “Tapi kalian lihat sendiri, lubang ini sudah penuh. tak mungkin bisa muat jika kalian semua ikut”. Kata kancil lagi.

dongeng gajah dan kancil
Gajah dan Kancil

“Ah.. masa bodoh dengan kalian.. mau tak mau, kalian semua harus keluar. Ini adalah kawasan para gajah. Jadi kami lebih berhak menempati lubang ini. Lihat jumlah kami yang banyak dan tubuh kami yang besar, jika kalian tak mau menurut, maka kami akan mengubur kalian semua di sini biar kita sama-sama celaka”. Kata para gajah. “Wah.. kalian sangat egois gajah.. Bagaimana bisa kalian mengakui tempat ini adalah tempat kalian? lagipula, kami yang membuat lubang ini, kenapa kalian malah mengusir kami?”. Tanya kancil di ikuti para hewan yang juga ikut protes.

“Kami tak perduli.. sekarang pilihan kalian cuma dua.. keluar dari lubang kami, atau kami kubur kalian semua”. Kata gajah dengan angkuhnya. Kontan saja lubang itu dipenuhi suara hewan yang saling berbicara satu sama lain. Mereka sangat mencela sifat gajah yang terlalu egois dan ingin menang sendiri. Bahkan beberapa hewan yang masih anak-anak mulai menangis karena takut dan panik. Namun si kancil mencoba menenangkan mereka.

“Tenamg kawan-kawan.. sebaiknya kita ikuti saja kemauan para gajah ini dari pada kita di kubur di sini oleh para gajah. Kita keluar saja dan biarkan mereka menempati lubang ini”. Kata kancil. Akhirnya para hewan mengikuti nasehat si kancil, mereka saling bantu membantu untuk keluar dari lubang karena lubang itu dibuat cukup dalam. Setelah semua hewan berhasil keluar, para gajah dengan sombongnya menertawakan mereka lalu masuk ke dalam lubang. Setelah semua gajah masuk ke dalam lubang, seekor gajah yang paling besar berkata dengan sombongnya”Hahahahaha.. Dasar hewan lemah. Lihat apa kalian? Ini sekarang sudah menjadi lubang milik kami. Sebaiknya kalian sekarang cepat-cepat membuat lubang yang baru atau mencari tempat sembunyi yang lain sebelum langit runtuh sebentar lagi. Sementara kami akan bersantai dan berlindung di sini. Hahahahaha..”. Kata gajah itu.

Namun para hewan hanya bisa diam, mereka panik dan tidak tahu apa yang harus di lakukan. Namun beberapa saat kemudian, si kancil malah tertawa. di ikuti tawa teman-teman si kancil yang sudah tahu rencana si kanci. Para hewan yang tidak tahu rencana si kancil serta para gajah kini menjadi bingung. Kenapa si kancil malah tertawa di saat seperti ini? “Hai cil.. ternyata kamu sudah sangat panik dan ketakutan hingga menjadi gila ya? Sudah tahu bahaya sebentar lagi datang, malah tertawa. Hahahaha”. Kata seekor gajah lagi. “Hahahaha.. Hmm, sebenarnya aku tertawa karena kasihan pada nasib kalian”. Jawab kancil. “kasian pada kami? untuk apa? sekarang lihat siapa yang di atas dan siapa yang ada di dalam lubang? Seharusnya kamu cepat pergi menggali lubang lain jika ingin selamat”. Jawab para gajah masih dengan sifat angkuhnya.

“Justru karena kalian yang ada di bawah sehingga aku kasihan pada kalian. Apa kalian tahu bahwa sebenarnya kabar tentang langit yang akan runtuh itu bohong? Itu karena aku yang membuat kabar itu. Aku memang sengaja mau menjebak gajah seperti kalian, karena kalian sangat sombong dan susah untuk disadarkan. Bahkan kemarin kalian menyuruh rubah untuk mencelakai aku. Sekarang siap yang ada di dalam lubang? Tadi kalian bilang mau mengubur kami semua kan? tentu saja hal itu membuat semua hewan-hewan di sini marah karena kesombongan dan sifat egois kalian. sekarang kami bisa leluasa mengubur kalian”. Jawab kancil menjelaskan.

Mendengar penjelasan dari si kancil, kontan saja para gajah menjadi panik. wajah mereka pucat pasi karena ketakutan. Apa lagi melihat muka hewan-hewan yang ada di situ tampak marah berkat perlakuan para gajah barusan. Beberapa gajah yang panik berusaha untuk segera keluar dari lubang, tapi karena lubang yang dalam mereka tidak bisa memanjat dan akhirnya jatuh lagi ke dalam lubang. sementara itu para hewan berkeliling di bibir lubang dengan tampang yang marah.

Merasa dirinya terancam bahaya, para gajah akhirnya ketakutan dan saling mengeluh satu sama lain. “Cil.. ampuni kami cil.. kami memang salah cil. Tolong jangan kubur kami. Kami berjanji kami akan memperbaiki sifait-sifat buruk kami. Ma’af cil, kami mengaku salah. Tolong biarkan kami keluar cil.. Kami mengaku salah..”. Kata para gajah memelas. “Aku akan mema’afkan kalian. tapi kalian harus janji akan berubah menjadi lebih baik dan tidak berbuat ulah lagi. semua hewan-hewan yang ada di sini menjadi saksinya”. Kata kancil. “Iya cil.. kami berjanji tak akan berbuat jahat lagi.. kami mengaku salah. Dan semua hewan yang ada di sini, kami minta ma’af. tolong ma’afkan sifat egois kami. Kami akan berusaha menjadi lebih baik”. Kata para gajah sambil menangis karena ketakutan.

Akhirnya, si kancil dan para hewan sepakat untuk mema’afkan para gajah. Mereka berharap para gajah mau menepati janji mereka. Lalu si kancil meminta tolong  pada para hewan yang pandai menggali untuk membuat tangga dari dasar lubang. dan para gajah pun akhirnya bisa keluar tanpa kurang suatu apapun. Dengan rasa malu dan penyesalan, para gajah berpamitan untuk pergi ke padang rumput di pinggir hutan. semenjak saat itu, para gajah lebih suka mencari makan di tempat terbuka. dan jarang masuk ke dalam hutan dan mengganggu hewan-hewan yang lain.

Story By: Muhammad Rifai

Hikamh yang Bisa kita Petik: Terkadang, memiliki banyak teman mampu membuat kita lupa diri dan merasa paling kuat karena jumlah yang banyak. bahkan kadang kita tak memperhitungkan salah atau tidaknya perbuatan kita, karena kita merasa berani berkat teman-teman yang siap membantu dan mendukung kita. Tapi alangkah baiknya, kita berteman dan bergaul untuk kebaikan. Bukan untuk adu kuat dan merasa paling menang, karena itu perbuatan pengecut yang tidak baik. Dan setiap perbuatan buruk, pasti akan mendapat balasan yang sama dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *