Cerita KANCIL dan Penyesalan Si Burung BANGAU – Setelah si Bangau berhasil menipu gagak pada kisah Dongeng kancil dan Burung Gagak yang Angkuh, si bangau lalu pergi menemui kawan-kawanya. Dia berniat memamerkan bulu putihnya yang bersinar berkat bubuk ajaib si gagak. Tentu saja kawan-kawanya merasa takjub dan sangat penasaran. Merekapun berkumpul mengerumuni si bangau untuk tahu apa rahasianya.

“Hai sobat, bulu mu kini sangat indah. Bagaimana bisa? Kalau boleh tahu, kami ingin tahu caranya..”. Kata mereka membujuk. Si bangau yang sudah mulai di hinggapi sifat sombong dan berbangga diri, akhirnya mau menceritakan bagaimana caranya merubah bulunya menjadi putih. Dengan bangganya dia menceritakan kisahnya bisa menipu si gagak dan mencuri bubuk ajaib milik gagak. Mendengar cerita si bangau, kawan-kawanya malah mengelu-elukan si bangau dan memujinya.

Bukan tanpa alasan, akan tetapi mereka berusaha mendekati si Bangau agar diberi bubuk ajaib itu, terutama bebek dan angsa yang memiliki bulu abu-abu. Si bebek dan angsa berusaha merayu si bangau agar mau memberi mereka bubuk ajaib itu, tentu saja sambil memuji dan membuat si bangau merasa tinggi hati. Karena terus di puji, akhirnya hati si bangau luluh juga. Diapun membagi-bagi bubuk ajib yang di dapatnya kepada semua kawan-kawanya.

Setelah mereka semua mandi dengan bubuk ajib itu, bulu-bulu mereka manjadi putih mengkilap sebagai mana si bangau. Alangkah senang mereka, dan lagi-lagi memuji-muji si bangau bahwa bangau sangat baik hati. Tentu saja si bangau menjadi semakin sombong karena pujian itu. Dan dia lupa bahwa bubuk itu sebenarnya bukan haknya, akan tetapi bubuk yang telah dia curi. dan setiap perbuatan jahat pasti akan mendapat balasan dikemudian hari.

Tak terasa waktu sudah semakin siang, semua hewan yang berkumpul kini sudah mulai lapar. dan akhirnya mereka sepakat menuju sungai untuk mencari makan. Si angsa dan si bebek berenang dengan santainya sambil mencari ganggang dan cacing di sepanjang sungai. sedangkan si bangau berniat menangkap ikan sebagaimana biasa. Karena si bangau memang sangat menyukai ikan.

Akan tetapi sepertinya hari ini nasib si bangau kurang beruntung. Hingga sore hari, tak satupun ikan dia dapat. Padahal biasanya dia sangat mudah menangkap ikan. Dia hanya tinggal menunggu dengan sabar berdiri tenang, lalu ikan-ikan akan lewat di sekitarnya. Tapi hari ini tak satupun ikan dia lihat. bahkan hingga bebek dan angsa pulang, si bangau masih berdiri dengan menahan perutnya yang mulai lapar sekali. Tapi karena hari sudah mulai gelap, akhirnya si bangau pulang dengan perut tak terisi.

Pada keesokan harinya, si bangau pagi-pagi sekali sudah berdiri di sungai. Perutnya yang sangat lapar memaksanya untuk segera mencari makanan. Tapi hari ini juga sama seperti hari sebelumnya, hingga mentari berada di tengah langit, belum satupun ikan dia dapat. Si bangau yang mulai kelaparan kini mulai merasa putus asa. Tubuhnya sudah mulai lemas, dan akhirnya dia putuskan untuk beristirahat di pinggir sungai.

Tak sengaja waktu si bangau tengah beristirahat dan mengantuk karena lemas kelaparan, ada si kancil datang hendak minum di sungai. Melihat si bangau di pinggir sungai, si kancil segera menghampiri karena ingin menengur si bangau yang telah mencuri bubuk ajaib si gagak. “Hai bangau.. bagus.. bagus.. Ternyata kau sedang menikmati kemenangan mu karena menipu si gagak dan mencuri bubuk ajaibnya”. Tegur kancil. Si bangau yang merasa di tegur, hanya melihat si kancil dengan lemas tanpa menjawab apapun.

“Hai.. kenapa kau diam saja? Kau mengacuhkan aku?”. tanya kancil lagi dengan agak jengkel. Tapi lagi-lagi si bangau tidak menjawab, dia hanya melihat kancil dengan pandangan lemah. Melihat ada yang tidak beres dengan si bangau, akhirnya si kancil merasa iba dan tidak jadi marah. “Hai bangau, kenapa kau terlihat lemas begitu? Apa kau sedang sakit?”. Tanya kancil lebih lembut. “Tidak cil.. aku sedang kelaparan. Sudah dari kemarin aku tidak makan”. Jawab bangau.

Cerita KANCIL dan Penyesalan Si Burung BANGAU, Cerita Dongeng Anak Terbaru
Burung Bangau

“Kok bisa? Bukankah kau sangat ahli dalam mencari ikan? Atau karena ikan di sungai sudah habis? Sepertinya tak mungkin ikan yang sebanyak itu habis jika cuma kau yang makan”. Kata kancil. Dengan lemas si bangau menanggapi..”Aku juga tak tahu cil. Semenjak aku memiliki bulu indah yang ku dapat dari menipu si gagak, tak ada satu ikanpun mau mendekat. Padahal dulu, aku bisa dengan mudah menangkap ikan. Hanya tinggal berdiri dan ikan-ikan akan lewat di sekitar ku. Tapi sudah beberapa hari ini, aku sangat sulit menangkap ikan. Bahkan untuk bertahan hidup, aku harus mau makan seadanya”. Jawab bangau.

“Nah.. mungkin kau sedang kena karma karena perbuatan mu sendiri. Menipu dan mencuri itu perbuatan tercela, pasti ada akibat buruk di belakang hari”. jawab kancil sambil mengingatkan. “Lalu mau bagaimana lagi cil? sudah terlanjur. Bubuk yang ku curi juga sudah habis ku bagi-bagikan. Mungkin ini memang hukuman yang harus ku jalani, aku mengaku salah cil. Tapi aku minta tolong pada mu, bagaimana caranya aku mengatasi masalah ku ini? Mengapa sekarang ikan-ikan tak mau mendekati aku?”. kata bangau memelas.

Melihat bangau yang lemah karena kelaparan itu, si kancil merasa kasihan. Diapun berusaha mencari tahu jawaban kenapa kini ikan-ikan tak mau mendekati si bangau. “Hmm.. baiklah.. ayo kita cari jawabanya sama-sama. Kau ikut aku ke sungai. Akan ku cari tahu sebabnya”. Ajak kancil. Akhirnya mereka berdua bersama-sama menuju sungai, dan si bangau berdiri di tengah sungai yang agak dangkal seperti biasa untuk kembali mencoba menangkap ikan. Sedangkan si kancil berdiri di pinggir sungai sambil memperhatikan.

Si kancil melihat banyak sekali ikan yang lalu lalang di sebelah kakinya, akan tetapi tak satupun ikan melewati si bangau. Si kancil mencari tahu apa sebabnya. Setelah lama mengamati, akhirnya si kancil mulai menemukan sebab mengapa ikan tak mau menghampiri si bangau. Ternyata Bulunya yang putih mengkilat memantulkan sinar matahari, sehingga membuat ikan-ikan merasa takut karena sosok bangau terlihat jelas dari dalam air. sedangkan dulu bulu bangau tidak berwarna putih, sehingga bisa di jadikan penyamaran dan ikan-ikan tak menyadari kehadiran si bangau.

Kancilpun menceritakan kesimpulan yang dia dapat pada si bangau, si bangau hanya bisa mendengarkan dengan penuh penyesalan. Karena keserakahan yang dia miliki, kini bangau mengalami kesialan yang cukup besar. Tapi nasi sudah menjadi bubur, bulu bangau sudah tak bisa di ubah lagi. Dia terlalu banyak menggunakan bubuk ajaib, sehingga bulunya menjadi putih permanen dan tak bisa berubah seperti semula. Jalan satu-satunya adalah.. Kini bangau harus mau hidup sederhana dan tidak pemilih.

Jika dulu bangau hanya mau makan ikan saja, kini bangau harus mau makan apa adanya untuk bisa bertahan hidup. Ternyata keindahan dan kemewahan bulu yang di miliki, membuat hidup si bangau tidak bertambah baik. Justru dia kini mengalami banyak kesulitan karena ulahnya sendiri. Hingga kini, banyak bangau yang mencari makan di sawah-sawah. Mereka menangkap dan memakan hewan-hewan kecil yang bisa dia makan. Karena mereka terlalu kesulitan mencari makan di sungai, jadi mereka hanya berharap dari ikan, siput, kepiting, atau hewan-hewan kecil yang terjebak di parit-parit sawah sehingga mudah untuk mereka tangkap.

Story By: Muhammad rifai

Cerita KANCIL dan Penyesalan Si Burung BANGAU, Cerita Dongeng Anak Terbaru

Hikmah yang Bisa Kita Petik: Terkadang kita kurang mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Sehingga kita berusaha mengubahnya untuk bisa tampil sempurna, bahkan dengan mengorbankan berbagai hal dan dengan berbagai cara. Namun kita jangan sampai lupa, Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan apa yang kita miliki, itulah yang terbaik bagi kita menurut Tuhan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *