Dongeng KANCIL, TIKUS dan GAJAH

Dongeng Kancil, Tikus dan Gajah – Setelah cerita tentang si Kancil menolong Kerbau pada dongeng sebelumnya, kini cerita si kancil berlanjut. Kancil dan kerbau akhirnya melarikan diri bersama, dan si kerbau membawa si kancil untuk memperkenalkan pada teman-temanya. Kerbau sangat berterimakasih atas bantuan si kancil, karena berkat si kancil, kerbau terbebas dari bahaya buaya yang ingin memakanya. Sepanjang jalan kancil dan kerbau saling bercerita tentang diri mereka masing-masing. Perjalanan itu membuat mereka berdua semakin akrab.
Akan tetapi ketika si kancil dan kerbau melewati sebuah hutan rotan, mereka berdua dikejutkan oleh sebuah suara. Suara tangisan yang sungguh mengharukan, sehingga mereka berdua sepakat untuk mencari arah suara itu dan berniat untuk membantu. Tak lama kemudian, mereka melihat ada seekor tikus yang sedang menangis di atas sebuah batu. Kancil dan kerbau lalu menghampiri tikus itu dan bertanya apa masalah yang menimpanya. Ternyata tikus itu adalah kepala suku kolpni tikus, dia menangis karena tak mampu mencari jalan keluar atas masalah yang menimpa rakyatnya. 
Beberapa waktu lalu, sekawanan gajah datang dan memporak porandakan kampungya. Gajah-gajah itu datang memakan dan menghancurkan hutan rotan yang menjadi kampung mereka. Bukan hanya sekali, tapi gajah-gajah itu selalu datang setiap minggu. Dan para tikus tak kuasa untuk mencegahnya karena tubuh mereka yang kecil. Sang kepala suku merasa sangat bersalah, karena dia merasa tak mampu melindungi rakyat yang seharusnya dia jaga. Mendengar penjelasan si tikus, kancil dan kerbau menjadi sangat iba. “Tenanglah sobat.. Teman ku kancil pasti akan membantu mu. Dia sangat pintar, bahkan dia baru saja menyelamatkan nyawa ku dari buaya yang hampir memakan ku”. Kata kerbau. “Ah.. tak usah memuji ku seperti itu. Menolong yang kesusahan memang sudah menjadi kewajiban ku ketika aku mampu”. Kata kancil merendah.
“Benarkah itu? Tuan kancil ini bisa mengalahkan buaya? Kalau begitu, maukah tuan kancil membantu kami juga? Apapun imbalan yang tuan kancil minta, pasti akan kami berikan selama kami sanggup”. Pinta si Tikus. “Tenanglah pak tikus.. kau tak usah memikirkan imbalan apapun, aku huga tak akan memintanya. Aku akan mencoba menolong kalian sebisa ku, akan ku cari cara supaya gajah-gajah itu tak berani lagi mengganggu kampung kalian..”. Jawab si kancil ramah. Mendengar jawaban itu, si tikus menjadi sangat lega, dan dia mengucapkan banyak-banyak tetimakasih pada si kancil.
Si kancil lalu diam sejenak, dia berfikir cara apa yang tepat untuk membuat jera para gajah itu. Wajah kancil tampak serius, bertanda bahwa otaknya tengah berfikir keras. Selang beberapa lama, tiba-tiba kancil tersenyum. Bertanda dia telah menemukan sebuah ide yang tepat. “Hai tikus.. kumpulkan semua rakyat mu. Aku akan memberitahu caranya..”. Kata si kancil. Mebdengar itu, si tikus menjadi sangat gembira. Dia lalu mengumpulkan semua rakyatnya untuk mendengarkan siasat kancil. Si kerbau menjadi semakin kagum pada si kancil sahabatnya itu. Dia melihat si kancil dengan senyum kebanggaan, karena dia memiliki sahabat yang sangat cerdas dan baik hati seperti si kancil.
Setelah para tikus berkumpul, kancil lalu mengumumkan apa rencana yang akan digunakan. Intinya, mereka harus melakukan semua langkah-langkah yang diajarkan si kancil dengan tepat. “Nanti.. semua harus sembunyi, dan keluar sesuai aba-aba dari ku. Biar aku dan pak tikus kepala suku yang akan menghadapi mereka. Kalian bersembunyilah, kerbau sahabat ku akan ikut kalian dan menjaga kalian dalam persembunyian”. Kata kancil. Para tikus menyanggupi, dan mereka yakin pasti cara itu akan berhasil dan mampu membuat para gajah jera. Timbul harapan yang cukup besar di hati mereka, dan berdo’a agar cara mereka kali ini akan mampu membuat kehidupan mereka lebih aman tanpa ada gangguan dari siapapun. 

Akhirnya, hari yang ditunggu tiba. Para gajah datang dan memporak porandakan hutan rotan itu seperti biasa. Ketika para gajah tengah asik berpesta pora, tiba-tiba kancil datang bersama pak tikus yang ada di atas kepalanya. “Hai kalian.. hentikan kerusakan yang kalian buat. Apa kalian tak tahu ini rumah para tikus? Carilah tempat yang lain, lagipula hutan ini luas”. Teriak kancil. Para gajah terkejut ketika mereka mendengar ada yanf meneriaki mereka. Lalu seekor gajah yang hitam dan besar yang menjadi ketua getomblan itu, datang menghampiri kancil.
“Hai.. apa urusan mu hewan kerdil? Walau kami tahu ini rumah para tikus, kami suka makan di sini. Tak ada yang bisa menghentikan kami. Kami kuat, bahkan singa dan harimau saja tak berkutik melawan kami. Hahaha..”. Kata gajah itu dengan sombongnya. Tentu saja hal itu membuat kancil semakin geram. “Siapa bilang tak ada yang bisa mengalahkan kalian? Apa kalian tahu? Selama ini bangsa tikus sudah cukup sabar menghadapi ulah kalian. Jika saja para tikus marah, kalian bisa saja dimakan hingga tak bersisa”. Kata si kancil. 
Mendengar perkataan si kancil, para gajah malah tertawa mengejek. “Hahaha.. Tikus? Memakan kami? Jangan mimpi.. !! Mereka yang kecil itu bisa apa? Singa dan harimau yang memiliki gigi tajam saja tak bisa mengalahkan kami, apa lagi tikus yang kecil itu. Kami injak sekali saja sudah gepeng..”. Kata gajah semakin angkuh. “Oooo.. ternyata kalian memang tak bisa diingatkan hanya dengan bicara ya. Lihaylah.. tikus di kepalaku sudah mulai marah.. sebenarnya, seberapa keras kulit kalian? Apa lebih keras dari pohon di sana?”. Kata kancil sambil menunjuk sebuah pohon besar.
“Lihat baik-baik hai gajah..!! Tikus sahabat ku ini sudah mulai marah dan lapar. Dan biasanya jika dia lapar, dia bis memakan apapun. Jangankan cuma daging mu, pohon yang keras saja tak ada artinya untuk tikus..”. Kata kancil sembari memberi isyarat pada tikus untuk mulai beraksi. Faham dengan isyarat kancil, tikus itupun berlagak memasang perangai ganas. Seperti hewan yang kelaparan, tikus itu turun lalu berlari ke arah pohon besar lalu mengerat pohon itu hingga tumbang dengan gigi-giginya yang tajam. Melihat hal itu, para gajah sangat terkejut. Mereka mengira bahwa tikus memang hewan ganas yang cukup kuat dan bisa memakan segalanya, termasuk gajah.
Melihat gajah sudah mulai panik, si kancil lalu kembali memberi isyarat. Tak lama kemudian, ratusan tikus yang tadinya bersembunyi kini keluar. Mereka juga seolah-olah bersikap sangat ganas dan mengepung para gajah. Para gajah kali ini benar-benar sangat ketakutan. Dan akhirnya mereka sefera lari kalang kabut karena takut jika para tikus mengejar dan akan memangsa mereka. Melihat itu, kancil, kerbau, dan para tikus tertawa terbahak-bahak. Mereka sangat bersyukur bahwa cara mereka benar-benar berhasil mengusir para gajah itu.
Para tikus sangat berterimakasih pada kancil dan kerbau yang telah membantunya. Kancil dan kerbau hanya bisa tersenyum, lalu mereka berpamitan untuk melanjutkan perjalanan. Para tikus berkumpul dan mengantarkan kepergian si kancil dengan penuh haru dan rasa syukur. Sejak saat itu, para gajah tak ada lagi yang berani datang mengganggu para tikus. Bahkan setiap meihat tikus, para gajah akan lari ketakutan. Dan hal itu, berlanjut hingga masa sekarang. 
***

blog dongeng kancil

Hikmah yang dapat dipetik: Setiap kesombongan itu buruk, maka jangan suka sombong dan meremehkan yang terlihat lebih lemah. Karena setiap makhluk tercipta dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan harus bisa saling menghargai satu sama lain.
Pengarang: Muhammad Rifai

Dongeng KANCIL Menolong KERBAU

Dongeng Kancil Menolong Kerbau – Ketika si kancil telah berhasil lolos dari kejaran harimau pada cerita si Kancil dan Harimau Lapar sebelumnya, kini si kancil memutuskan untuk beristirahan sejenak. Tubuh mungilnya semakin lelah karena panic serta kurang istirahat sejak tiba di hutan itu. Setelah beberapa saat istirahat di bawah pohon rindang di pinggir sungai, si kancil merasa haus. Lalu kancilpun menuju sungai kecil di dekatnya untuk minum. Tapi ketika si kancil tengah asik minum, lamat-lamat dia mendengar suara merintih dan kesakitan. Merasa ada yang sedang kesusahan danmembutuhkan bantuan, si kancil lalu menusuri sungai kecil itu hingga tiba ke pertemuan dua sungai yang lebih besar. Betapa terkejutnya si kancil ketika dia melihat ada seekor kerbau yang tengah merintih kesakitan karena kakinya di gigit oleh seekor buaya sehingga tak bisa melepaskan diri. “Kasihan sekali kerbau itu.. hmm.. coba ku pikir dulu apa yang bisa ku lakukan untuk menolong kerbau itu. Akan ku hampiri mereka..’. gumam kancil dalam hati.
Si kancil lalu berjalan ke arah mereka dengan dengan menunjukan langkah riang, seolah-olah dia tengah bahagia sehingga sok cuek dengan kejadian yang ada di hadapanya. Buaya dan kerbau yang melihat si kancil dating, hanya bisa saling pandang karena bingung. Baru kali ini mereka melihat hewan kecil itu, karena si kancil memang penghuni baru di hutan. Jadi masih belum banyak yang kenal. Si kancil hanya memasang tampang tak perduli, seakan-akan tak melihat kerbau dan buaya. Ketika langkah kancil sudah agak jauh, tiba-tiba kerbau memanggilnya.. “ Hai hewan kecil.. bisakah kau menolong ku? Buaya tak tahu balas budi ini ingin memakan ku”. Kata kerbau memelas. Si kancil pun berlagak menoleh acuh tak acuh. “Apa ada ada yang memanggil ku?”. Tanya kancil berlagak tak tahu. “ Iya hewan kecil.. aku kaerbau yang memanggil mu, siapa namamu? Akau belum pernah melihat mu di hutan ini.. bisakah kamu membantu ku”. Pinta kerbau memelas. 

Kancil lalu menghampiri kerbau dan buaya, dengan pandang penuh selidik.. kancil memperhatikan mereka. “ Menolong apa? Nama ku kancil. Akau adalah raja hutan dari tempat yang jauh. Aku kemari untuk berkunjung menengok Harimau sahabat ku, katanya dia raja hutan di kawasan ini”. kata kancil mulai bersiasat. Mendengar bahwa kancil adalah raja hutan dan sahabat dari Harimau, kerbau dan buaya merasa terkejut. Karena bagi mereka, nama harimau sudah sangat menakutkan. Tentu si kancil ini bukan hewan sembarangan hingga bisa berteman dengan harimau. “Harimau? Apa benar kau kawan harimau?”. Tanya kerbau gugup. “ Yap benar..Aku diundang oleh Harimau sahabatku untuk menjadi wakil raja sementara disini. Sebagai bukti, dia memberiku satu kumisnya sebagai tanda bahwa aku mewakilinya”. jawab kancil mantab. “aduuuh.. malang benar nasib ku… niat mau minta tolong, malah yang dimintai tolong ternyata juga hewan buas kawan harimau. Mana mungkin aku bisa selamat..”. keluh kerbau dengan nada lemah.

“Hei hewan merangkak.. kalian sebenarnya sedang main apa?”. Tanya kancil menunjuk muka buaya. “ Ka.. Kami sedang main permainan makan memakan.. aku yang berperan jadi yang makan.. nah kernbau ini berperan jadi yang dimakan.. betul kan kerbau?”. Kata buaya berbohong sambil melirik kerbau, dia menguatkan gigitanya membuat kerbau kesakitan sehingga mengangguk membenarkan ucapan buaya. “Hmm.. permainan makan memakan ya? Wah.. sepertinya asik juga tuh, malah perut ku jadi lapar betulan. Sudah dua hari aku tak makan. Terahir kali aku makan gajah dua hari yang lalu..”. kata kancil lagi. “Hah..?! Ma..Makan gajah..?‼”. kontan kerbau dan buaya berkata bersamaan sambil memasang wajah terkejut karena tak percaya. Mereka kaget, jika hewan kecil yang mengaku bernama kancil itu mampu memakan gajah. Bahkan Harimau saja tak mampu memakan gajah.
“Iya..makan gajah.. kenapa kalian terlihat kaget begitu? Memangnya di sini tak ada yang memakan gajah? Di tempat asal ku, memakan gajah sudah hal biasa. Kadang juga kami memakan badak atau kuda nil jika bosan makan gajah..”. jawab kancil membuat kerbau dan buaya semakin takut. “Hmm.. mumpung aku juga lapar.. hei hewan merangkak, siapa nama mu?”. Tanya kancil pada buaya. “Bu.. Buaya..”. Jawab buaya gugup. “Oke buaya.. kalo kamu mau makan kerbau ini, akau mau ikut. Soalnya aku lapar sekali. Kalo tak boleh, kamu saja yang aku makan..”. ancam kancil. Mendengar ancaman kancil, buaya jadi gemetar ketakutan..”Oh.. tentu.. tentu.. kerbau ini cukup untuk kita berdua..”. jawab buaya semakin gugup karena takut. “Tapi sebelumnya.. siapa yang membantu mu menangkap kerbau ini? kerbau ini kan terlihat besar, kuat, dan bertanduk. Pasti yang menangkapnya sangat hebat. Kalo di tempat ku sana, mungkin bisa ku angkat jadi penasehat kerajaan ku”. Kata kancil.
“Wah..Aku menagkapnya sendiri.. berarti aku memang habit tuan kancil.. aku menangkapnya tanpa bantuan siapapun’. Kata buaya membanggakan diri setelah mendengar perkataan si kancil. ‘Ah.. benarkah/ aku tak percaya.. kau pasti berbohong.. lihatlah dirimu buaya.. meski gigi mu tajam dan kuat, tak mungkin kau bisa menangkap kerbau ini sendiri. Lagipula, tubuh mu terlalu pendek dan kaki mu juga pendek, bagaimana kau bisa mengejarnya?”. Kata kancil merendahkan buaya. “Tapi benar tuan kancil.. aku yang menangkapnya sendiri. Aku memang tak mengejarnya, tapi aku menggunakan otak ku yang cerdas untuk menangkapnya..”. jawab buaya menjelaskan. “Benarkah? Kau tak terlihat secerdas itu.. di tempat asal ku, tak ada yang lebih cerdas disbanding aku. Jadi untuk bisa dibilang cerdas atau tidak, semua harus melalui penilaian ku. Oleh karena itu akau jadi raja. Jika kamu memang cerdas hingga bisa menangkap kerbau itu, tunjukan caranya. Mungkin kamu bisa menjadi raja hutan juga seperti aku. Di sebelah kerajaan ku, masih ada hutan yang belum memiliki raja’. Kata kancil.
Mendengar perkataan si kancil, buaya menjadi bersemangat. Bayanganya melambung tinggi dan berangan-angan jika dia benar-benar menjadi raja. “ begini tuan kancil.. sebenarnya selain aku cerdas, kerbau ini memang bodoh. Mau saja aku tipu dia. Tiga hari yang lalu waktu hujan disertai angin lebat, aku tertimpa pohon besar waktu tengan berteduh. Sudah tiga hari tak ada yang datang dan bisa menolong ku. Hingga si kerbau dungu ini lewat, lalu ku tipu dia agar mau menolong aku untuk menyingkirkan batang pohon yang menimpa ku dengan tanduknya yang kuat. Nah, setelah aku terbebas, langsung saja dia ku terkam karena aku memang sedang lapar..”. cerita si buaya sangat bersemangat. “Ah.. kau pasti bohong.. mana mungkin kau secerdas itu? aku juga tak yakin kerbau ini sekuat cerita mu. Kau pasti bohong.. buat lebih jelasnya, biar aku Tanya dulu sama si kerbau, apa benar kisahnya begitu’. Kata kancil. “silahkan.. pasti dia jawabnya akan sama..”. timpal buaya.
“ Hai kerbau.. apa benar semua yang diceritakan buaya ini. Apa kau yang menolongnya? Dan apa benar dia berhasil menipumu tanpa bantuan hewan lain?”. Tanya kancil. “ Iya.. benar.. aku memang berniat menolongnya karena kasihan. Tapi setelah dia lepas, dia malah mau memakan aku..’. jawab kerbau melas. “Lalu, apakah benar kau mengangkat kayu itu sendirian dengan tanduk mu tanpa dibantu hewan lain?. Tanya kancil lagi. “Iya.. benar..’. jawab kerbau. “Ah.. kalian semua bohong.. aku tak percaya.. masak buaya bodoh ini benar-benar bisa menangkap mu sendirian tanpa bantuan. Lalu kau juga berkata kau yang mengangkat batang pohon itu sendiri. Tubuh mu memang besar, tapi aku tak yakin jika kau sekuat itu. Hei buaya.. apa kau bisa member bukti.. untuk bisa jadi raja, semua harus di buktikan”. Tantang kancil. “Lho.. tentu saja bisa.. lalu, apa yang tuan kancil harapkan?”. Tanya buaya. “Aku ingin semua di ulang dari awal. Dari pertama kali kau tertimpa pohon, lalu kerbau dating menolong mu karena kau rayu, hingga kau berhasil menangkapnya. Semua harus di ulang buat lebih jelasnya..”. kata kancil.
“Berarti aku harus mau ditimpa pohon lagi dan melepaskan si kerbau ini? bagaimana jika nanti dia lari setelah aku lepaskan?”. Kata buaya ragu. “Kau tak usah khawatir.. aku akan menjaganya. Kalau dia berani kabur atau berani macam-macam, akau akan menerkamnya. Jika perlu, aku undang harimau ke mari jika kau tak percaya pada ku’. Jawab kancil. ‘eh.. jangan..‼ tak usah.. jika harimau ke sini, nanti aku malah tak kebagian apapun. Baiklah.. akan ku turuti permintaan mu uan kancil’. Jawab buaya. Buaya lalu melepas gigitanya di kaki kerbau. Kerbau pun tak lari, karena dia yakin jika dia lari kancil akan menerkam dan memakanya. Maka dia hanya mengikuti apa saja yang diperintahkan padanya. Kerbau sudah pasrah akan nasibnya… “Kerbau.. apa benar kamu bisa mengangkat batang pohon itu? Batang pohon itu kan sangat berat”. Tanya kancil pada kerbau. “Tentu saja.. aku sangat kuat, dengan tanduk ku ini, semua bisa ku angkat”. Kerbau merasa tersinggung karena merasa diremehkan si kancil. Padahal tanpa disadari kerbau dan buaya, si kancil sebenarnya sedang melakukan siasat untuk menolong kerbau.
“Buaya.. apa benar pohon ini yang menimpa mu? Bukankah pohon ini sangat berat? Aku tak yakin, kau pasti tak akan kuat. Bahkan kau pasti bisa mati hanya dengan ditimpa rantingnya saja..”. kata kancil pada buaya. Ternyata, si kancil sengaja memanas-manasi kedua hewan ini agar tidak curiga. “Wah.. tuan kancil jangan salah.. aku ini sangat kuat. Jika hanya pohon itu, beratnya tak seberapa dan aku cukup kuat untuk menahanya.. “. Kata buaya menyombong. “Wah.. hebat.. habit.. kalau begitu, aku ingin melihat hebatnya kekuatan mu buaya..’. kata kancil. Merasa dirinya di puji, buaya menjadi besar kepala. “Oh.. baik.. baik.. tuan kancil.. lihat ini.. hai kerbau dungu.. segera angkat lagi batang pohon itu ke punggung ku.. biar tuan kancil ini tahu akau kuat dan cocok jadi raja hutan juga.. ‘. Bentak buaya pada kerbau. Si kerbau yang merasa tersinggung baik dari perkataan kancil yang meremehkanya dan buaya yang berani membentaknya, segera menanduk batang pohon itu dengan sekuat tenaga, hingga pohon itu kembali menimpa tubuh buaya dengan agak keras sehingga buaya agak kesakitan. “ Aduhh.. hai..‼ pelan-pelan kerbau dungu..‼ sakit tau..‼”. teriak buaya. “Nah tuan kancil.. tuan lihat sendiri kan.. saya kuat menahan batang pohon ini, dan saya tak mati.. meski saya tak bisa bergerak, tapi saya tak mati..”. kata buaya semakin sombong.

“Wow.. hebat.. hebat.. kau benar-benar kuat.. berarti jika kau kuat, kau sudah tak butuh bantuan lagi. Pasti kau bisa membebaskan dirimu sendiri kan? Jia sudah begitu, aku akan pergi saja dengan si kerbau dari sini. Jika kami membantu mu, tentu kami malah seolah-olah meragukan kekuatan mu. Oleh karenanya, selamat membebaskan diri sendiri ya. Kami pergi dulu.. ayo cepat ikuti aku kerbau.. kita pergi, kau selamat sekarang..”. kata kancil. Sadar bahwa sebenarnya si kancil adalah hewan baik dan hanya berniat menolongnya, dia pun segera berlari mengikuti si kancil. Sedangkan buaya yang tak tahu balas budi tersebut, kini kembali terjebak di bawah batang pohon. Setelah sadar dirinya tertipu, buaya menjadi sangat marah. Dan bersumpah suatu saat dia akan menangkap kancil dan memakanya.Tapi selain itu, kancil dan kerbau menjadi teman akrab. Si kerbau sangat berterima kasih pada si kancil karena sudah mau menolongnya. Dan kerbau berjanji, suatu saat jika si kancil butuh bantuan, dia akan datang untuk menolong. Tapi nasib kancil juga semakin tak menentu. Demi menolong hewan lain yang kesusahan,kini musuhnya semakin bertambah. Bukan hanya harimau yang berniat mengejarnya, bahkan buaya kini juga menjadi musuhnya. Tapi setiap hal baik, pasti menuntut keberanian dan pengorbanan. Dan jika kita berbuat baik, percayalah bahwa kebaikan selalu akan menang. Jadi, tak ada alas an untuk takut.
***
dongeng kancil

Hikamah yang dapat di petik: setiap perbuatan akan mendapat balasan yang sama. Hal baik akan dibalas baik, dan hal buruk akan mendapat balasan serupa. Jadi, berusahalah untuk selau berbuat baik. Karena suatu saat, kau akan mendapat balasan yang baik pula ketika kau butuh.
Pengarang: Muhammad Rifai

Dongeng si KANCIL dan HARIMAU LAPAR

Dongeng si Kancil dan Harimau Lapar – Zaman dahulu kala, hutan masih memiliki pohon-pohon yang lebat dan tumbuh cukup asri. Berbagai binatang baik binatang kecil atau besar, hidup dalam hutan tersebut. Ada seekor hewan yang sangat dikenal di kawasan hutan itu, dia adalah sang raja hutan dan pemangsa yang cukup ganas, Harimau. TubuHnya yang besar serta kuku dan taringnya yang tajam, membuat harimau sangat ditakuti. Karena harimau tak segan-segan memangsa siapa saja yang ditemuinya, bahkan manusia sekalipun.
Dongeng kancil dan harimau

Pada suatu hari, di hutan itu kedatangan penghuni baru. Binatang itu bertubuh kecil, mirip rusa tapi agak mini, kancil namanya. Si Kancil berusaha mencari tempat beristirahat setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Hutan yang dahulu menjadi rumahnya, mengalami kebakaran sehingga dia harus lari mengungsi mencari rumah baru. Sebenarnya kebakaran tersebut disebabkan karena ulah manusia. Para manusia membakar hutan untuk membuka lahan baru dan mendirikan pemukiman. Sehingga memaksa para hewan untuk menjauh.
Si kancil terlihat sangat letih, lalu dia melihat sebuah rumpun bambu di bawah bebatuan yang agak berbukit. Karena capek, si Kancil memutuskan untuk istirahat sejenak. Tapi karena tubuhnya yang lelah serta angin sepoi-sepoi yang cukup segar, membuat si Kancil tertidur dengan pulasnya. Tapi tak lama berselang, si Kancil dikecutkan oleh suara auman yang cukup keras dan menakutkan. Kontan saja si Kancil terbangun, dan betapa kagetnya dia setelah melihat ada hewan yang cukup besar, berkuku tajam, dan memiliki taring yang panjang sudah berdiri di atas bongkahan batu di atasnya.

Merasa dirinya terancam, Kancil berniat lari. Akan tetapi sadar akan kondisi tubuhnya yang masih letih, kancil yakin dia tak akan bisa lolos. Ahirnya si Kancil memutar otak, mencari akal untuk terbebas dari bahaya itu. Lalu dengan memasang mimik biasa seolah tak takut, si kancil berjalan pelan seakan mengacuhkan Harimau yang dari tadi memperhatikanya.. “Hai hewan kerdil.. Apa kau tak kenal aku? Apa kau tak takut aku? Kenapa kau mengacuhkan ku seakan aku tak ada? Ggggrrrrrrrrrr…”. Teriak harimau geram karena merasa diremehkan. 

“Lho.. kenapa aku harus takut kamu..? Aku saja tak kenal kamu. Aku warga baru di sini.. memangnya kenapa aku harus takut sama kamu. Wajahmu kan tampan, tidak menakutkan”. Kata kancil sedikit memuji untuk menyusun siasat. “Wah.. benarkah menurut mu aku tampan..?”. Tanya Harimau mulai tersanjung. “Iya.. kamu tampan.. gagah lagi.. Pokoknya di daerah ku yang dulu, tak ada hewan yang setampan dan segagah kamu..”. Kata kancil lagi. “Hahaha.. tentu saja aku tampan dan gagah.. Aku kan raja hutan, aku yang menjadi penguasa di hutan ini..”. Kata Harimau sambil sedikit bergaya.
“Nah.. masa aku harus takut dengan hewan setampan kamu, aku malah kagum.. Tapi, apa benar kamu raja hutan di sini?”. Tanya kancil lagi. “Lho.. ya jelas.. kalo kamu tak percaya, tanyakan sama semua hewan di sini, apakah aku sang Harimau yang gagah ini raja di hutan ini”. Kata Harimau dengan sombong. “Oooo.. jadi nama mu harimau, aku si Kancil.. Salam kenal saja ya. Tapi apa kamu memang layak jadi raja? “. Tanya si Kancil lagi. !Apa kamu bilang? Kamu meragukan kekuatan ku? Kau tahu aku sedang lapar? Mubgkin daging kurus mu bisa untuk mengganjal perut ku yang kelaparan..Gggrrrrrrr..”. Harimau geram karena merasa dihina.
“Lho.. Lho.. Tunggu dulu Harimau.. Jangan marah dulu. Aku kan cuma tanya apa kamu sudah cukup layak jadi raja? Soalnya di daerah asal ku sana, seorang raja harus mampu menyelesaikan satu tantangan biar busa layak disebut raja”. Kata kancil. “Hmm.. Tantangan? Tantangan apa? Tak ada yang tak bisa aku tuntaskan..”. Kata Harimau mulai merasa tertantang. “Begini tuan Harimau yang katanya raja hutan.. Di daerah asal ku, aku dikenal sebagai hewan tercepat dan mampu melampaui kecepatan hewan apapun. Dan yang menjadi raja, harus mampu mengalahkan ku dalam lomba lari agar diakui sebagai raja yang sah.. Jika kau mampu mengalahkan aku dalam lomba lari, maka kau memang benar-benar raja hutan sejati”. Kancil menjelaskan.

Mendengar penjelasan dari kancil, Harimau termenung sejenak. Lalu beberapa waktu kemudian dia tersenyum sinis sambil berkata.. “Hmm.. cuma itu? Hahaha… itu bukan masalah besar. Meski tubuh ku besar, aku cukup lincah dan cepat. Aku akan penuhi syarat mu, tapi aku juga punya satu syarat untuk mu..”. Kata Harimau. “Apa syarat mu..?”. Tanya kancil. “Jika kau menang, kau bebas pergi dan tak akan ku ganggu lagi. Tapi jika aku yang menang, maka kau harus mau jadi makanan ku.. Bagaimana? Apa kau setuju?”. Si Kancil berlagak diam sejenak seolah berfikir, lalu beberapa saat kemudian kancil menjawab.. “Baiklah.. cukup adil.. Pemenang mendapat apa yang dia mau..Kalau
begitu, jika aku menang aku ingin satu kumis mu. Agar kamu tidak curang dan aku merasa tenang,
aku minta kau memberi ku satu kumis mu sebelum kita lomba. Jika kau tak mau, berarti kamu
sudah yakin bahwa kamu kalah dan tidak berani melawan aku dalam lomba lari. Nanti jika hewan
di hutan ini mendengar kabar ini, mereka pasti berfikir jelek tentang mu. Jadi ku rasa itu harusnya cukup mudah buat mu jika satu kumis di jadikan pertukaran untuk bisa memakan ku?”. 

Akhirnya, Kancil dan Harimau bersiap lomba lari. Batasnya sudah ditentukan hingga sungai kecil di batas hutan sebagai garis finisnya. Waktupun di hitung mundur, setelah sampai hitungan ketiga.. Harimau segera melesat bagai anak panah dengan kecepatan penuh. Dia sangat yakin bahwa dia pasti menang. Dia melompat menghindari batu, merobos semak dan belukar, semangatnya cukup membara demi sebuah pengakuan dan makanan gratis. Lalu, bagaimana dengan Kancil? Ceritanya beda lagi.. 
Ternyata lomba itu hanya akal-akalan si Kancil untuk menyelamatkan diri. Karena dia cukup lelah, maka tak mungkin dia bisa lari menjauh dari Harimau dan bisa lolos. Jalan satu-satunya adalah mencari siasat agar Harimau sendiri yang lari menjauhinya. Maka ketika Harimau berlari cepat menuju batas hutan, kancil malah berlari berlawanan arah. Dengan cara itu, si Kancil akhirnya lolos dari bahaya.
Lalu bagaimana dengan Harimau? Harimau tidak sadar bahwa dia telah tertipu. Harimau mulai menyadari hal itu setelah dia sampai di garis finis dengan bangganya. Lalu dia menunggu si Kancil yang dia kira masih mengejarnya di belakang. Tapi setelah Harimau menunggu cukup lama hingga senja tiba, si Kancil tidak muncul juga. Barulah Harimau sadar, bahwa dia berhasil dikelabui siasat si Kancil yang ternyata melarikan diri. Dan lomba lari antara si Kancil dan Harimau itu sebenarnya sia-sia dan tak pernah ada. Sejak saat itu, harimau mulai dendam pada si Kancil karena merasa terhina. Dan sejak saat itu, awal mula cerita permusuhan Kancil dan Harimau dimulai.

***
dongeng kancil
Hikmah yang dapat dipetik: Kesombongan selalu menutup akal untuk bisa berfikir jernih. Dan kecerdasan selalu lebih unggul dibanding kekuatan. Maka belajarlah yang giat agar pintar dan cerdas. Karena orang cerdas yang memiliki pengetahuan luas, dapat mengalahkan orang yang sangat kuat hanya dengan otaknya saja. 🙂


Pengarang: Muhammad Rifai

Kumpulan DONGENG KANCIL dan CERITA ANAK DUNIA

Kumpulan Dongeng Kancil Dan Cerita Anak Dunia – Dongeng kancil adalah salah satu dongeng yang cukup terkenal, bahkan sudah ada sejak turun temurun dan di ceritakan dari generasi ke generasi. Dongeng si Kancil sering menjadi Cerita dongeng anak sebelum tidur yang sangat disukai oleh anak-anak. Pesan-pesan moral yang disampaikan lewat dongeng, akan mudah diserap oleh pola fikir anak-anak yang masih cukup sederhana.
Pada blog dongeng ini, saya akan berbagi berbagai dongeng yang cukup menarik. Saya memang hobi akan dongeng, karena dimasa saya kecil.. bapak saya sering mdnceritakan banyak dongeng-dongeng menarik yang membuat hati saya menjadi tertarik. Manfa’at dari dongeng-dongeng itu saya rasakan ketika karakter saya mulai terbentuk. Semua nasehat yang disampaikan lewat dongeng, seakan membekas dalam hati saya dan susah untuk dilupakan.
Mengingat dongeng anak dan cerita rakyat sudah semakin hilang dan terkikis oleh permainan modern yang semakin canggih, saya merasa ikut perihatin. Padahal dongeng bisa mempererat hubungan dalam keluarga, terutama orang tua dengan anaknya. Dan ddngan mendongeng, dapat dijadikan wujud perhatian dan kasih sayang kita pada anak. Dan tanpa kita sadari, sedikit waktu yang kita luangkan bagi anak, akan membuat si anak merasa diperhatikan dan disayangi.
Oleh karena itu, saya membuat blog ini dengan tujuan membentuk moral generasi bangsa lewat dongeng zaman dahulu kala. Meski zaman sudah semakin berubah, tapi saya harap cerita dongeng yang tak berubah mampu menjaga generasi bangsa tetap memiliki sifat yang cerdas tapi tetap santun, seperti pada dongeng-dongeng si kancil.  Blog ini akan saya isi dengan kumpulan dongeng terbaru yang saya usahakan tetap menarik, kumpulan cerita dan dongeng ini akan saya bungkus dalam cerita yang menarik, untuk kembali mengenang zaman saya di masa kecil.. Maka atas niyat yang baik ini, saya minta dukungan do’a dari semua pembaca.. dan saya awali blog ini dengan kata .. BISMILLAHIRROHMANIRROHIM….
Hormat saya: Muhammad Rifai  🙂